Proyek Permukiman Baru Israel akan Gusur 7.000 Warga Palestina di Tepi Barat

Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:17 WIB
Menyebut proyek tersebut sebagai skema kolonial Israel, kantor tersebut memperingatkan rencana tersebut akan mengisolasi komunitas Jabal al-Baba dan Wadi Jamil dari kota Al-Eizariya di dekatnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa secara konsisten menganggap permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki ilegal menurut hukum internasional dan merupakan hambatan serius bagi solusi dua negara yang layak.

Keputusan Israel menghidupkan kembali proyek E1 diperkirakan akan meningkatkan ketegangan dengan Palestina dan komunitas internasional, menurut media Israel.

Peace Now, kelompok hak asasi manusia Israel, menggambarkan rencana tersebut sebagai "pukulan telak" bagi solusi dua negara, memperingatkan rencana tersebut akan membagi Tepi Barat dan semakin mengisolasi Yerusalem Timur.

Para pengamat mengatakan dorongan baru untuk proyek tersebut tampaknya merupakan respons terhadap pengumuman baru-baru ini oleh negara-negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Australia, bahwa mereka bermaksud mengakui kenegaraan Palestina dalam pertemuan Majelis Umum PBB pada bulan September.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!