10 Peraih Nobel dan Ekonom Terkemuka Desak Netanyahu Setop Pendudukan Gaza
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 13:28 WIB
Mereka juga menggambarkan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang dilanda skandal, didukung AS, dan "dikoordinasi Israel" sebagai "mematikan".
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sejak Mei, lebih dari 1.700 orang telah meninggal saat mencari bantuan dari lokasi-lokasi GHF. Palestina menyebutnya sebagai "jebakan maut".
"Dengan dalih bantuan, 'kota kemanusiaan' yang diusulkan akan merelokasi ratusan ribu warga Gaza ke zona terbatas, merampas kebebasan bergerak dan martabat dasar mereka," papar bunyi surat itu. "Israel tidak bermoral memperlakukan warga sipil sebagai beban."
Surat itu merujuk pada satu "kota kemanusiaan" yang diusulkan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk dibangun di Rafah, yang menurut mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert akan menjadi "kamp konsentrasi".
Tentara Israel telah menguasai setidaknya 75% wilayah tersebut. Pekan lalu, Netanyahu mengumumkan niatnya melakukan pendudukan militer di Kota Gaza, yang berarti Israel akan mengambil alih sepenuhnya.
Pemerintah di seluruh dunia, termasuk sekutu seperti Inggris, Prancis, Kanada, dan Jerman, telah mengecam langkah tersebut.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan mereka menyerahkan keputusan kepada Israel. "Mengingat semakin banyaknya bukti kelaparan massal dan pelanggaran hak asasi manusia, pemerintah-pemerintah Eropa kemungkinan besar akan menjatuhkan sanksi yang terarah, yang mengakibatkan kerusakan parah pada sains, perdagangan, dan lapangan kerja. Tanda-tanda awal hal itu sudah ada," ujar para ekonom.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sejak Mei, lebih dari 1.700 orang telah meninggal saat mencari bantuan dari lokasi-lokasi GHF. Palestina menyebutnya sebagai "jebakan maut".
"Dengan dalih bantuan, 'kota kemanusiaan' yang diusulkan akan merelokasi ratusan ribu warga Gaza ke zona terbatas, merampas kebebasan bergerak dan martabat dasar mereka," papar bunyi surat itu. "Israel tidak bermoral memperlakukan warga sipil sebagai beban."
Surat itu merujuk pada satu "kota kemanusiaan" yang diusulkan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk dibangun di Rafah, yang menurut mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert akan menjadi "kamp konsentrasi".
Peringatan untuk Israel
Tentara Israel telah menguasai setidaknya 75% wilayah tersebut. Pekan lalu, Netanyahu mengumumkan niatnya melakukan pendudukan militer di Kota Gaza, yang berarti Israel akan mengambil alih sepenuhnya.
Pemerintah di seluruh dunia, termasuk sekutu seperti Inggris, Prancis, Kanada, dan Jerman, telah mengecam langkah tersebut.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan mereka menyerahkan keputusan kepada Israel. "Mengingat semakin banyaknya bukti kelaparan massal dan pelanggaran hak asasi manusia, pemerintah-pemerintah Eropa kemungkinan besar akan menjatuhkan sanksi yang terarah, yang mengakibatkan kerusakan parah pada sains, perdagangan, dan lapangan kerja. Tanda-tanda awal hal itu sudah ada," ujar para ekonom.
Lihat Juga :