Panglima Militer Pakistan: Kami Negara Nuklir, Jika Kami Hancur, Separuh Dunia Juga Hancur!

Senin, 11 Agustus 2025 - 13:11 WIB
Munir mengklaim bahwa keputusan New Delhi untuk menangguhkan Perjanjian Perairan Indus setelah serangan teror Pahalgam pada bulan April dapat menempatkan 250 juta orang dalam risiko kelaparan.

"Kami akan menunggu India membangun bendungan, dan ketika itu terjadi, kami akan menghancurkannya dengan 10 rudal...Sungai Indus bukan milik keluarga India. Alhamdulillah, kami tidak kekurangan rudal," ujar Munir.

Munir melakukan kunjungan keduanya ke AS dalam dua bulan terakhir. Pada kunjungan sebelumnya, dia diundang untuk menghadiri jamuan makan siang di Gedung Putih bersama Presiden Donald Trump pada 18 Juni. Selama kunjungan tersebut, dia merekomendasikan nama Presiden AS sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian atas upaya perdamaian yang dia klaim—sebuah usulan yang dia ulangi di acara di Florida.

Menurut laporan India, sekitar 120 anggota asal Pakistan yang berbasis di Florida menghadiri acara tersebut, di mana para peserta tidak diperbolehkan membawa ponsel atau perangkat digital lainnya. Seorang perwakilan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga dilaporkan hadir di acara tersebut.

Dalam acara tersebut, Munir mendedikasikan sebagian besar pidatonya untuk konflik militer Pakistan baru-baru ini dengan India dan mempertanyakan keputusan New Delhi untuk tidak memberikan rincian spesifik kerugiannya selama perang empat hari tersebut.

"India harus menerima kekalahan mereka...Semangat sportivitas adalah sebuah kebajikan," ujarnya.

Dari catatan yang telah disiapkannya, dia membaca, "Saya pernah membuat sebuah tweet dengan Surah Al-Fil dan foto (pengusaha) Mukesh Ambani untuk menunjukkan kepada mereka apa yang akan kami lakukan lain kali."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!