Picu Kontroversi, Dua Pria Bersaudara yang Berbagi Istri Angkat Bicara

Minggu, 10 Agustus 2025 - 11:57 WIB
"Saya akan terus memperjuangkan tradisi dan budaya kami. Orang-orang yang tidak terbiasa dengan adat istiadat kami juga berusaha untuk menyampaikan pendapat mereka. Kami semua menyetujui pernikahan ini, dan keluarga serta masyarakat kami merasa senang," lanjut Pradeep.

Pradeep mengatakan bahwa mereka berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dengan sedikit harta dan tanpa ambisi untuk menjadi bintang. "Kami tidak menikah untuk menjadi berita utama," kata saudaranya, Kapil.

"Satu-satunya tujuan pernikahan ini adalah untuk tetap bersama dan terus saling mencintai. Kami meminta orang-orang untuk tidak mengkritik kami karena kami memiliki kehidupan kami sendiri dan kami merasa cukup dengan itu," pungkas Pradeep.

Pernikahan poliandri tersebut berlangsung di Shillai, wilayah Trans-Giri, distrik Sirmaur. Dimulai pada 12 Juli, upacara pernikahan berlangsung selama tiga hari yang meriah, ditandai dengan tarian, lagu daerah setempat, dan nuansa khas perayaan bersama.

Adat istiadat kuno ini telah lama dilestarikan karena kemampuannya mencegah pembagian tanah leluhur, sebuah isu penting bagi masyarakat petani dataran tinggi. Kakak laki-laki tertua sering diakui sebagai ayah sah dari anak-anak yang lahir dalam pernikahan semacam itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!