Perang Kata-kata, Medvedev Peringatkan Trump Ngerinya Serangan Nuklir Kiamat Rusia
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 07:06 WIB
"Jika beberapa kata dari mantan presiden Rusia memicu reaksi gugup seperti itu dari presiden Amerika Serikat yang berwibawa, maka Rusia melakukan segalanya dengan benar dan akan terus berjalan di jalurnya sendiri," kata Medvedev dalam sebuah unggahan di Telegram, yang dikutip Reuters, Jumat (1/8/2025).
"Trump seharusnya ingat," katanya. "Betapa berbahayanya 'Dead Hand [Tangan Mati]' yang legendaris itu," lanjut dia, mengacu pada sistem komando semi-otomatis rahasia Rusia yang dirancang untuk meluncurkan rudal nuklir Moskow jika kepemimpinannya telah dilumpuhkan dalam serangan pemenggalan kepala oleh musuh.
Medvedev telah muncul sebagai salah satu tokoh anti-Barat Kremlin yang paling vokal sejak Rusia mengirim puluhan ribu pasukan ke Ukraina pada tahun 2022.
Para kritikus Kremlin mencemoohnya sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, meskipun beberapa diplomat Barat mengatakan pernyataannya memberikan gambaran pemikiran di kalangan pembuat kebijakan senior Kremlin.
Trump juga menegur Medvedev pada bulan Juli, menuduhnya melontarkan kata "N"—yang berarti nuklir—setelah pejabat Rusia tersebut mengkritik serangan AS terhadap Iran dan mengatakan "sejumlah negara" siap memasok Iran dengan hulu ledak nuklir.
"Saya rasa itulah mengapa Putin dijuluki 'SANG BOS'," kata Trump saat itu.
"Trump seharusnya ingat," katanya. "Betapa berbahayanya 'Dead Hand [Tangan Mati]' yang legendaris itu," lanjut dia, mengacu pada sistem komando semi-otomatis rahasia Rusia yang dirancang untuk meluncurkan rudal nuklir Moskow jika kepemimpinannya telah dilumpuhkan dalam serangan pemenggalan kepala oleh musuh.
Medvedev telah muncul sebagai salah satu tokoh anti-Barat Kremlin yang paling vokal sejak Rusia mengirim puluhan ribu pasukan ke Ukraina pada tahun 2022.
Para kritikus Kremlin mencemoohnya sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, meskipun beberapa diplomat Barat mengatakan pernyataannya memberikan gambaran pemikiran di kalangan pembuat kebijakan senior Kremlin.
Trump juga menegur Medvedev pada bulan Juli, menuduhnya melontarkan kata "N"—yang berarti nuklir—setelah pejabat Rusia tersebut mengkritik serangan AS terhadap Iran dan mengatakan "sejumlah negara" siap memasok Iran dengan hulu ledak nuklir.
"Saya rasa itulah mengapa Putin dijuluki 'SANG BOS'," kata Trump saat itu.
(mas)
Lihat Juga :