Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Selasa, 29 Juli 2025 - 17:05 WIB
“Segala upaya untuk menyangkal kenyataan ini akan ditolak mentah-mentah dan Korea Utara terbuka terhadap opsi apa pun dalam mempertahankan posisi nasionalnya saat ini," tegas Kim."
Ia mengakui, "Sama sekali tidak menguntungkan satu sama lain karena kedua negara memiliki senjata nuklir untuk bergerak ke arah yang konfrontatif."
Meskipun mengakui "hubungan pribadi antara kepala negara kita dan presiden AS saat ini tidaklah buruk," Kim memperingatkan, "Jika hubungan pribadi antara para pemimpin tinggi DPRK dan AS bertujuan untuk denuklirisasi, hal itu dapat diartikan sebagai ejekan terhadap pihak lain."
"Jika AS gagal menerima kenyataan yang telah berubah dan terus bersikukuh pada masa lalu yang gagal, pertemuan DPRK-AS akan tetap menjadi 'harapan' bagi pihak AS," pungkas Kim.
Trump bertemu Kim Jong-un tiga kali antara tahun 2018 dan 2019 dalam upaya menegosiasikan denuklirisasi Korea Utara dengan imbalan jaminan keamanan dan bantuan ekonomi.
Ia mengakui, "Sama sekali tidak menguntungkan satu sama lain karena kedua negara memiliki senjata nuklir untuk bergerak ke arah yang konfrontatif."
Meskipun mengakui "hubungan pribadi antara kepala negara kita dan presiden AS saat ini tidaklah buruk," Kim memperingatkan, "Jika hubungan pribadi antara para pemimpin tinggi DPRK dan AS bertujuan untuk denuklirisasi, hal itu dapat diartikan sebagai ejekan terhadap pihak lain."
"Jika AS gagal menerima kenyataan yang telah berubah dan terus bersikukuh pada masa lalu yang gagal, pertemuan DPRK-AS akan tetap menjadi 'harapan' bagi pihak AS," pungkas Kim.
Trump bertemu Kim Jong-un tiga kali antara tahun 2018 dan 2019 dalam upaya menegosiasikan denuklirisasi Korea Utara dengan imbalan jaminan keamanan dan bantuan ekonomi.
Lihat Juga :