Moskow Balas Ultimatum Trump: Rusia Bukanlah Israel atau Iran!
Selasa, 29 Juli 2025 - 08:53 WIB
Batas waktu awal tersebut seharusnya berakhir pada awal September mendatang. Namun, Trump sekarang memperpendek batas waktunya.
Medvedev, yang pernah menjabat sebagai presiden Rusia, mengatakan: "Trump bermain ultimatum dengan Rusia: 50 hari atau 10 hari."
Dalam sebuah unggahan di X, orang dekat Presiden Vladimir Putin ini menyarankan agar Trump mengingat dua hal. "Pertama, bahwa Rusia bukanlah Israel atau bahkan Iran, dan, kedua, bahwa setiap ultimatum baru merupakan ancaman dan langkah menuju permusuhan antara Rusia dan AS," tulis Medvedev, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (29/7/2025).
"Jangan ikuti jalan Sleepy Joe [Biden]!" imbuh Medvedev.
Selama kampanye pemilu-nya tahun lalu, Trump berulang kali mengkritik penanganan pendahulunya, mantan presiden Joe Biden, terhadap konflik Ukraina, memperingatkan bahwa kebijakan AS di bawah pemerintahan sebelumnya telah membawa dunia ke ambang Perang Dunia III.
Meskipun Trump telah kembali melibatkan Rusia secara diplomatis dan mendorong Kyiv untuk memasuki perundingan damai langsung dengan Moskow, dia semakin menunjukkan ketidaksabarannya dengan kecepatan negosiasi.
Medvedev, yang pernah menjabat sebagai presiden Rusia, mengatakan: "Trump bermain ultimatum dengan Rusia: 50 hari atau 10 hari."
Dalam sebuah unggahan di X, orang dekat Presiden Vladimir Putin ini menyarankan agar Trump mengingat dua hal. "Pertama, bahwa Rusia bukanlah Israel atau bahkan Iran, dan, kedua, bahwa setiap ultimatum baru merupakan ancaman dan langkah menuju permusuhan antara Rusia dan AS," tulis Medvedev, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (29/7/2025).
"Jangan ikuti jalan Sleepy Joe [Biden]!" imbuh Medvedev.
Selama kampanye pemilu-nya tahun lalu, Trump berulang kali mengkritik penanganan pendahulunya, mantan presiden Joe Biden, terhadap konflik Ukraina, memperingatkan bahwa kebijakan AS di bawah pemerintahan sebelumnya telah membawa dunia ke ambang Perang Dunia III.
Meskipun Trump telah kembali melibatkan Rusia secara diplomatis dan mendorong Kyiv untuk memasuki perundingan damai langsung dengan Moskow, dia semakin menunjukkan ketidaksabarannya dengan kecepatan negosiasi.
Lihat Juga :