Trump Ancam Mengebom Situs Nuklir Iran Lagi, Begini Respons Teheran
Selasa, 29 Juli 2025 - 07:38 WIB
Selama perang 12 hari, Iran merespons dengan serangan rudal ke kota-kota Israel, serta satu serangan ke pangkalan AS di dekatnya di Qatar—sebuah respons yang sebelumnya diabaikan Trump.
Sebelum perang pecah, Amerika Serikat dan Iran berselisih pendapat mengenai pengayaan uranium—dengan Teheran menyebutnya sebagai hak yang "tidak dapat dinegosiasikan", dan Washington menyebutnya sebagai "garis merah".
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran adalah satu-satunya negara non-nuklir yang saat ini memperkaya uranium hingga 60 persen—hanya selangkah lagi dari pengayaan 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.
Teheran, yang secara konsisten membantah sedang mengembangkan bom nuklir, mengatakan pihaknya terbuka untuk membahas laju dan tingkat pengayaan, tetapi bukan hak untuk pengayaan itu sendiri.
Dalam unggahannya, Araghchi mengatakan: "Tidak ada orang waras yang akan mengabaikan hasil investasi besar-besaran dalam teknologi dalam negeri yang damai hanya karena intimidasi asing."
Sebelum perang pecah, Amerika Serikat dan Iran berselisih pendapat mengenai pengayaan uranium—dengan Teheran menyebutnya sebagai hak yang "tidak dapat dinegosiasikan", dan Washington menyebutnya sebagai "garis merah".
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran adalah satu-satunya negara non-nuklir yang saat ini memperkaya uranium hingga 60 persen—hanya selangkah lagi dari pengayaan 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.
Teheran, yang secara konsisten membantah sedang mengembangkan bom nuklir, mengatakan pihaknya terbuka untuk membahas laju dan tingkat pengayaan, tetapi bukan hak untuk pengayaan itu sendiri.
Dalam unggahannya, Araghchi mengatakan: "Tidak ada orang waras yang akan mengabaikan hasil investasi besar-besaran dalam teknologi dalam negeri yang damai hanya karena intimidasi asing."
(mas)
Lihat Juga :