Trump Ancam Mengebom Situs Nuklir Iran Lagi, Begini Respons Teheran

Selasa, 29 Juli 2025 - 07:38 WIB
loading...
Trump Ancam Mengebom...
Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom kembali situs-situs nuklir Iran. Foto/The War Zone
A A A
EDINBURGH - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengebom kembali fasilitas nuklir Iran jika Teheran mencoba menghidupkan kembali fasilitas yang dibombardir Amerika bulan lalu. Teheran tak terima, dan bali mengancam Washington.

Trump mengeluarkan ancaman tersebut saat dia berbincang dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di resor golf Turnberry miliknya di pesisir barat Skotlandia.

Iran, yang menyangkal sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir, bersikeras tidak akan menghentikan pengayaan uranium domestik meskipun terjadi pengeboman di tiga situs nuklirnya bulan lalu.

Baca Juga: Lagi, Menhan Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei

Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa Iran telah mengirimkan "sinyal-sinyal buruk" dan setiap upaya untuk memulai kembali program nuklirnya akan segera dihentikan.

"Kami telah menghancurkan potensi nuklir mereka. Mereka bisa memulai lagi. Jika mereka melakukannya, kami akan menghancurkannya lebih cepat daripada Anda bisa mengacungkan jari," kata Trump, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (29/7/2025).

Menanggapi ancaman terbaru Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran akan merespons Amerika dan Israel dengan cara yang lebih tegas jika negara Islam itu diserang lagi.

"Jika agresi terulang, kami tidak akan ragu untuk bereaksi dengan cara yang lebih tegas dan dengan cara yang tidak mungkin ditutup-tutupi," tulis Araghchi di X.

"Jika ada kekhawatiran tentang kemungkinan pengalihan program nuklir kami untuk tujuan non-damai, 'opsi militer' terbukti tidak efektif—tetapi solusi yang dinegosiasikan mungkin berhasil," imbuh dia.

Masih belum jelas seberapa besar kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, yang terjadi setelah Israel melancarkan kampanye pengeboman mendadak yang katanya bertujuan untuk mencegah Iran memperoleh senjata atom.

Serangan Israel telah menggagalkan negosiasi nuklir AS-Iran yang dimulai pada bulan April.

Selama perang 12 hari, Iran merespons dengan serangan rudal ke kota-kota Israel, serta satu serangan ke pangkalan AS di dekatnya di Qatar—sebuah respons yang sebelumnya diabaikan Trump.

Sebelum perang pecah, Amerika Serikat dan Iran berselisih pendapat mengenai pengayaan uranium—dengan Teheran menyebutnya sebagai hak yang "tidak dapat dinegosiasikan", dan Washington menyebutnya sebagai "garis merah".

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran adalah satu-satunya negara non-nuklir yang saat ini memperkaya uranium hingga 60 persen—hanya selangkah lagi dari pengayaan 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

Teheran, yang secara konsisten membantah sedang mengembangkan bom nuklir, mengatakan pihaknya terbuka untuk membahas laju dan tingkat pengayaan, tetapi bukan hak untuk pengayaan itu sendiri.

Dalam unggahannya, Araghchi mengatakan: "Tidak ada orang waras yang akan mengabaikan hasil investasi besar-besaran dalam teknologi dalam negeri yang damai hanya karena intimidasi asing."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved