Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Senin, 28 Juli 2025 - 03:30 WIB
Namun, setelah keluar dari kendaraannya, Paetongtarn langsung masuk ke tempat penampungan, tampaknya tidak menyadari keberadaan perempuan tersebut.
Seorang ajudan memberi tahu Chayanuch bahwa perdana menteri akan kembali untuk berbicara dengannya, yang ditanggapinya dengan emosional: "Sangat tidak berperasaan."
Baca Juga: Kamboja Tuding Thailand Intensifkan Serangan dan Ciptakan Disinformasi
Berbicara kepada media setelahnya, Chayanuch mengungkapkan kekecewaan yang mendalam atas apa yang ia anggap sebagai ketidakpedulian perdana menteri.
"Saya merasa sangat terluka oleh kata-kata Ung Ing," katanya, merujuk pada perdana menteri dengan nama panggilannya, dilansir Bangkok Post.
"Penanganan pemerintah [terhadap situasi perbatasan] sangat lambat. Rakyat Thailand tidak boleh mati sia-sia. Saat ini, seluruh negeri sedang menderita."
Seorang ajudan memberi tahu Chayanuch bahwa perdana menteri akan kembali untuk berbicara dengannya, yang ditanggapinya dengan emosional: "Sangat tidak berperasaan."
Baca Juga: Kamboja Tuding Thailand Intensifkan Serangan dan Ciptakan Disinformasi
Berbicara kepada media setelahnya, Chayanuch mengungkapkan kekecewaan yang mendalam atas apa yang ia anggap sebagai ketidakpedulian perdana menteri.
"Saya merasa sangat terluka oleh kata-kata Ung Ing," katanya, merujuk pada perdana menteri dengan nama panggilannya, dilansir Bangkok Post.
"Penanganan pemerintah [terhadap situasi perbatasan] sangat lambat. Rakyat Thailand tidak boleh mati sia-sia. Saat ini, seluruh negeri sedang menderita."
Lihat Juga :