Militer Thailand Lebih Kuat, Mengapa Korban Tewas Lebih Banyak Ketimbang Kamboja?

Minggu, 27 Juli 2025 - 06:44 WIB
Militer Thailand kemudian mengerahkan jet tempur F-16 untuk mengebom sasaran-sasaran di Kamboja, termasuk serangan yang dilaporkan terhadap pagoda Buddha, yang mengakibatkan satu korban sipil.

Kamboja menuduh Thailand menggunakan sejumlah besar bom tandan—senjata kontroversial dan dikutuk secara luas—dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang jelas.

Phumtham Wechayachai, pelaksana tugas perdana menteri Thailand, mengatakan pada hari Jumat bahwa Kamboja mungkin bersalah atas kejahatan perang karena kematian warga sipil, serta kerusakan yang terjadi pada sebuah rumah sakit.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan pertemuan darurat yang berfokus pada bentrokan secara tertutup pada Jumat malam di New York, tetapi tidak mengeluarkan pernyataan publik resmi setelah pertemuan tersebut.

Kantor berita Associated Press, mengutip seorang diplomat dewan yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa ke-15 anggota DK PBB meminta para pihak untuk meredakan pertempuran, menahan diri, dan menyelesaikan perselisihan secara damai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!