Militer Thailand Lebih Kuat, Mengapa Korban Tewas Lebih Banyak Ketimbang Kamboja?

Minggu, 27 Juli 2025 - 06:44 WIB
loading...
Militer Thailand Lebih...
Militer Thailand lebih kuat tapi menderita korban jiwa lebih banyak ketimbang Kamboja dalam perang sejak Kamis lalu. Foto/Khmer Times
A A A
BANGKOK - Korban tewas dalam perang Thailand vs Kamboja telah mencapai 32 orang hingga Sabtu. Anehnya, militer Thailand lebih kuat tapi menderita korban jiwa lebih banyak dibanding Kamboja yang militernya lebih lemah.

Para pejabat Kamboja melaporkan 12 orang tewas akibat perang sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dengan Thailand.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Maly Socheata, mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu bahwa tujuh warga sipil dan lima tentara lainnya dipastikan tewas. Seorang pria Kamboja lainnya sebelumnya dilaporkan tewas ketika roket Thailand menghantam pagoda Buddha tempat dia bersembunyi pada hari Kamis, namun belum dikonfirmasi militer setempat.

Setidaknya 50 warga sipil Kamboja dan lebih dari 20 tentara juga terluka, kata Socheata.

Baca Juga: Perang Thailand-Kamboja: Sekutu AS Bersenjata Kuat vs Musuh Lemah Tapi Didukung China

Sedangkan Thailand telah melaporkan 13 warga sipil—termasuk anak-anak—serta enam tentara tewas selama dua hari terakhir pertempuran. Sebanyak 29 tentara Thailand dan 30 warga sipil juga terluka dalam serangan Kamboja.

Surat kabar Kamboja, The Khmer Times, mengutip para pejabat di provinsi Preah Vihear, Kamboja, mengatakan sekitar 20.000 penduduk sejauh ini telah dievakuasi dari perbatasan utara negara itu dengan Thailand.

Lebih dari 138.000 orang juga telah dievakuasi dari wilayah perbatasan Thailand, dengan sekitar 300 pusat evakuasi telah dibuka, menurut pejabat Thailand. Pada hari Jumat, Thailand mengumumkan darurat militer di delapan distrik di sepanjang perbatasan dengan Kamboja.

Konflik yang telah berlangsung puluhan tahun—yang berpusat di sekitar wilayah perbatasan Thailand-Kamboja yang diperebutkan—kembali pecah pada hari Kamis setelah ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan melukai lima tentara Thailand.

Ketegangan memuncak pada hari Kamis ketika Thailand dan Kamboja melancarkan serangan langsung ke wilayah masing-masing, dengan kedua belah pihak saling menuduh pihak lain melepaskan tembakan terlebih dahulu.

Thailand mengatakan militer Kamboja meluncurkan roket jarak jauh ke sasaran sipil di negara itu, termasuk serangan di sebuah pom bensin yang menewaskan sedikitnya enam orang.

Militer Thailand kemudian mengerahkan jet tempur F-16 untuk mengebom sasaran-sasaran di Kamboja, termasuk serangan yang dilaporkan terhadap pagoda Buddha, yang mengakibatkan satu korban sipil.

Kamboja menuduh Thailand menggunakan sejumlah besar bom tandan—senjata kontroversial dan dikutuk secara luas—dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang jelas.

Phumtham Wechayachai, pelaksana tugas perdana menteri Thailand, mengatakan pada hari Jumat bahwa Kamboja mungkin bersalah atas kejahatan perang karena kematian warga sipil, serta kerusakan yang terjadi pada sebuah rumah sakit.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan pertemuan darurat yang berfokus pada bentrokan secara tertutup pada Jumat malam di New York, tetapi tidak mengeluarkan pernyataan publik resmi setelah pertemuan tersebut.

Kantor berita Associated Press, mengutip seorang diplomat dewan yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa ke-15 anggota DK PBB meminta para pihak untuk meredakan pertempuran, menahan diri, dan menyelesaikan perselisihan secara damai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved