Ini Sejarah Kuil Preah Vihear, Situs Hindu Pemicu Perang Thailand-Kamboja

Jum'at, 25 Juli 2025 - 14:21 WIB
Sebuah peta kolonial 1907 menetapkan kuil itu berada di wilayah pendudukan Prancis saat itu, yakni Kamboja, tetapi Thailand menolak, mengeklaim batas harus mengikuti punggungan gunung.

Mahkamah Internasional (ICJ) pada tahun 1962 memutuskan kuil menjadi milik Kamboja, namun belum menyelesaikan status tanah sekitarnya. ICJ pada 2013 memberikan klarifikasi, memperluas wilayah di sekitar kuil sebagai milik Kamboja, dan lagi-lagi memicu keberatan Thailand.

Permusuhan saat ini berfokus pada kuil Ta Muen Thom. Terletak di sepanjang perbatasan hutan yang terjal di Pegunungan Dangrek, kompleks Khmer Hindu yang kurang dikenal ini mencakup tiga kuil utama—Ta Muen Thom, Ta Muen, dan Ta Muen Tot.

Arsitektur Ta Muen Thom menampilkan tempat suci yang menghadap ke selatan, sebuah anomali di antara kuil-kuil Khmer yang secara tradisional menghadap ke timur. Sebuah patung Shivling yang terbentuk secara alami masih diabadikan di tempat sucinya.

Lokasinya telah menjadikannya titik api yang berulang. Pada bulan Februari, tentara Kamboja dilaporkan menyanyikan lagu kebangsaan mereka di kuil tersebut, yang memicu konfrontasi dengan pasukan Thailand. Sebuah video percakapan tersebut menjadi viral di media sosial.

Politik dan Batas Kolonial



Menyusul pembentukan perlindungan Prancis atas Kamboja pada tahun 1863, beberapa perjanjian antara Prancis dan Siam ditandatangani dari tahun 1904 hingga 1907 untuk menentukan batas wilayah. Surveyor Prancis membuat peta berdasarkan garis daerah aliran sungai tetapi membuat pengecualian di dekat situs-situs penting secara budaya seperti Kuil Preah Vihear.

Para sejarawan Asia Tenggara telah lama mencatat bahwa batas-batas wilayah, terutama yang ditetapkan oleh kekuatan Barat, asing bagi politik regional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!