Presiden AS Donald Trump Didiagnosis Menderita Insufisiensi Vena Kronis

Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:33 WIB
Dr Ali Azizzadeh, profesor dan direktur bedah vaskular di Cedars-Sinai Medical Center, mengatakan kepada TIME bahwa kondisi tersebut merupakan "diagnosis yang sangat umum, dan tidak berbahaya."

"Lebih tepatnya, kondisi tersebut mengganggu pasien, terkait pembengkakan, rasa sakit, dan ketidaknyamanan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kondisi tersebut kemungkinan tidak akan memengaruhi harapan hidup Trump.

Leavitt memberikan informasi kesehatan terbaru di tengah spekulasi daring tentang pembengkakan yang terlihat di sekitar pergelangan kaki Trump dan memar di tangannya, yang menurutnya disebabkan oleh "seringnya berjabat tangan dan penggunaan aspirin."

Meskipun insufisiensi vena kronis tidak mengancam jiwa, menurut Cleveland Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani—termasuk ulkus kaki, emboli paru, trombosis vena dalam, dan limfedema sekunder. Kondisi ini belum dapat disembuhkan, tetapi terapi kompresi dan olahraga dapat membantu mengelola gejalanya.

Leavitt mengatakan bahwa pemeriksaan yang ditinjau oleh dokternya, Dr Sean Barbabella, tidak menemukan bukti trombosis vena dalam atau penyakit arteri, dan ekokardiogram menunjukkan struktur dan fungsi jantung normal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!