3 Keuntungan Besar AS setelah Negosiasi Tarif Trump-Prabowo

Jum'at, 18 Juli 2025 - 14:40 WIB
Ada tiga keuntungan besar yang diperoleh AS setelah negosiasi tarif antara kubu Presiden AS Donald Trump dan kubu Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Foto/New York Times
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang baru dengan Indonesia yang mencakup pemotongan tarif ekspor Indonesia ke AS dari 34% menjadi 19%. Ironisnya, ekspor Amerika ke Indonesia tidak dipungut alias tarifnya 0%, dan berbagai kesepakatan lain yang menguntungkan Washington.

Kesepakatan itu tercapai setelah negosiasi maraton antara kubu Presiden AS Donald Trump dan kubu Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang masing-masing mengandalkan para menteri terkait.



Kesepakatan tersebut telah menimbulkan gelombang analisis tajam dari para ekonom dan pengamat politik internasional. Alih-alih simetris dan saling menguntungkan, perjanjian tarif yang mulai berlaku 1 Agustus 2025 mendatang tersebut justru menghadirkan tiga keuntungan besar bagi Amerika Serikat—baik secara ekonomi, strategis, maupun politik domestik.

Baca Juga: Bukan Cuma-cuma, Impor Minyak hingga Beli Pesawat AS Jadi Syarat Trump Pangkas Tarif Indonesia 19%

3 Keuntungan Besar AS usai Nego Tarif Trump-Prabowo

1. Produk AS Masuk Indonesia Tanpa Pungutan



Sebelum kesepakatan, Indonesia mengenakan tarif rata-rata 8,1% atas produk AS—berdasarkan skema Most Favored Nation (MFN) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Setelah kesepakatan, produk-produk AS yang masuk Indonesia tidak lagi dikenai pungutan atau tarifnya nol persen. Produk-produk tersebut termasuk produk pertanian dan peternakan (daging sapi hingga kedelai), energi (LNG dan minyak mentah), dan teknologi tinggi (perangkat medis, komponen pertahanan, hingga AI hardware).

Kesepakatan itu juga dengan syarat Indonesia membeli produk energi seperti minyak mentah, LPG, LNG dengan total USD15 miliar, kemudian produk pertanian senilai USD4,5 miliar, dan 50 unit pesawat Boeing untuk maskapai Garuda Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!