Jerman Inginkan Peluncur Rudal AS Jangkauan 2.000 Kilometer, Rusia Terancam
Selasa, 15 Juli 2025 - 17:17 WIB
“Sistem ini akan mengisi kesenjangan kemampuan hingga negara-negara Eropa memproduksi rudal jarak jauh mereka sendiri, yang dapat memakan waktu antara tujuh hingga sepuluh tahun,” ungkap Pistorius.
Namun, ia mengakui adanya ketidakpastian mengenai apakah AS tetap berkomitmen menempatkan rudal jarak jauh ke Jerman mulai tahun 2026, berdasarkan rencana yang pertama kali diumumkan pada tahun 2024 oleh pemerintahan mantan Presiden Joe Biden.
"Saya sangat yakin perjanjian tahun lalu masih berlaku, tetapi kami masih menunggu keputusan akhir," ujar menteri tersebut.
Pengumuman penempatan rudal jarak jauh tersebut menuai kecaman keras dari Moskow, yang memperingatkan mereka akan menganggap dirinya "bebas" dari moratorium sepihak atas penempatan rudal serupa.
Potensi penempatan peluncur Typhon dan aset jarak jauh lainnya memiliki kemiripan tertentu dengan keputusan NATO yang sangat kontroversial untuk menempatkan rudal berkemampuan nuklir Pershing II dengan jangkauan lebih dari 2.000 km di Jerman Barat pada tahun 1980-an.
Namun, ia mengakui adanya ketidakpastian mengenai apakah AS tetap berkomitmen menempatkan rudal jarak jauh ke Jerman mulai tahun 2026, berdasarkan rencana yang pertama kali diumumkan pada tahun 2024 oleh pemerintahan mantan Presiden Joe Biden.
"Saya sangat yakin perjanjian tahun lalu masih berlaku, tetapi kami masih menunggu keputusan akhir," ujar menteri tersebut.
Pengumuman penempatan rudal jarak jauh tersebut menuai kecaman keras dari Moskow, yang memperingatkan mereka akan menganggap dirinya "bebas" dari moratorium sepihak atas penempatan rudal serupa.
Potensi penempatan peluncur Typhon dan aset jarak jauh lainnya memiliki kemiripan tertentu dengan keputusan NATO yang sangat kontroversial untuk menempatkan rudal berkemampuan nuklir Pershing II dengan jangkauan lebih dari 2.000 km di Jerman Barat pada tahun 1980-an.
Lihat Juga :