Israel Dianggap Mimpi Bisa Lenyapkan Nuklir Iran, Justru Muncul Ratusan Ilmuwan Nuklir Baru

Selasa, 15 Juli 2025 - 12:43 WIB
"Netanyahu menjanjikan kemenangan di Gaza hampir dua tahun lalu," tulis dia. "Hasil akhirnya: rawa militer, menghadapi surat perintah penangkapan atas kejahatan perang, dan 200.000 anggota baru Hamas," lanjut dia, yang dilansir Middle East Monitor, Selasa (15/7/2025).

Menyoroti situs-situs nuklir Iran yang diserang Israel bulan lalu, Araghchi menulis: "Netanyahu bermimpi dapat melenyapkan 40+ tahun pencapaian nuklir damai. Hasil akhirnya: setiap belasan akademisi Iran yang gugur di tangan tentara bayarannya telah melatih 100+ murid yang cakap. Mereka akan menunjukkan kepada Netanyahu apa yang mampu mereka lakukan."

Araghchi juga mengkritik apa yang dia sebut sebagai pengaruh Netanyahu terhadap kebijakan Amerika Serikat, mengeklaim bahwa setelah gagal mencapai tujuan perangnya di Iran—dan beralih ke Amerika Serikat untuk mendapatkan dukungan ketika rudal Iran menghantam situs-situs Israel yang dirahasiakan, yang menurutnya terus disensor oleh Netanyahu—Perdana Menteri Israel itu sekarang secara terbuka mendikte apa yang boleh atau tidak boleh dikatakan atau dilakukan Washington dalam negosiasi dengan Teheran.

Mengecam tujuan perang Netanyahu yang bertentangan dengan pencapaian nuklir damai Iran, dia menutup postingannya dengan mengatakan: "Terlepas dari lelucon bahwa Iran akan menerima apa pun yang dikatakan penjahat perang yang diburu, pertanyaan yang tak terelakkan muncul: apa sebenarnya yang dihisap Netanyahu? Dan jika tidak ada, apa sebenarnya yang dimiliki Mossad di Gedung Putih?"

Meskipun Presiden AS Donald Trump tidak pernah secara eksplisit menentang keinginan Netanyahu untuk menyerang Iran lagi, dia tetap lebih memilih diplomasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!