AS Larang Indonesia Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Ini Alasannya
Senin, 14 Juli 2025 - 10:55 WIB
4. Mesir
♦Alasan: Demi menjaga keunggulan militer Israel.5. Arab Saudi
♦Alasan: Demi menjaga keunggulan militer Israel.6. Thailand
♦Alasan: Persepsi hubungan dekat dengan China.
7. Taiwan
♦Alasan: Ketakutan terhadap mata-mata China, dan khawatir memprovokasi China.8. Indonesia
♦Alasan: Keraguan atas kemampuan finansial dan masalah keamanan.Analisis Amerika Selektif dalam Menjual F-35
Tidak seperti F-22 Raptor, F-35 Lightning II dikembangkan sebagai bagian dari koalisi luas negara-negara peserta. F-35 dikembangkan untuk menjadi pesawat tempur generasi ke-5 Angkatan Udara Amerika Serikat, Korps Marinir, Angkatan Laut, dan sekutu-sekutu utamanya.
Sekadar diketahui, kontraktor pertahanan Inggris, BAE Systems, adalah salah satu dari tiga kontraktor utama dalam program F-35, dan Inggris berkontribusi sekitar 15% untuk setiap F-35 yang diproduksi. Namun, AS tetap selektif dalam menentukan kepada siapa mereka akan menjual jet tersebut.
Dua alasan utama AS membatasi ekspor F-35 adalah untuk melindungi teknologi sensitifnya dan untuk melindungi keunggulan militer kualitatif Israel.
AS telah melarang penjualan F-35 ke negara-negara seperti Thailand, Uni Emirat Arab, Turki, dan Taiwan, sebagian karena kekhawatiran bahwa sistem buatan Rusia dan China seperti SAM S-400 Rusia dan jaringan 5G Huawei buatan China dapat membahayakan jet tersebut. Selain itu, AS khawatir akan keberadaan mata-mata dan simpatisan China di negara-negara seperti Taiwan dan Thailand.
Selain jaringan 5G Huawei di negara-negara seperti Uni Emirat Arab, penjualan dibatasi ke negara-negara Timur Tengah karena Undang-Undang Kemitraan Strategis AS-Israel tahun 2014. Undang-undang tersebut menetapkan bahwa Amerika Serikat harus mempertahankan keunggulan kualitatif militer Israel dan mempertimbangkan ekspor militer ke negara-negara Timur Tengah dengan pertimbangan tersebut.
Lihat Juga :