Separuh Warga Ukraina Prediksi Negaranya Akan Hancur 2035, Ini Alasannya
Rabu, 09 Juli 2025 - 15:05 WIB
Pekan lalu, Pentagon menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina menyusul keputusan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang memerintahkan "tinjauan kemampuan." Kremlin menyambut baik penangguhan tersebut, dengan mengatakan hal itu dapat membawa konflik lebih dekat ke resolusi.
Namun, Trump tampaknya melunakkan pendiriannya pada hari Senin, dengan mengatakan Ukraina "sedang terpukul sangat keras sekarang" oleh serangan Rusia. Rusia telah berulang kali mengecam pasokan senjata Barat ke Ukraina, dengan alasan hal itu memperpanjang konflik.
Moskow mengatakan perdamaian abadi akan mengharuskan Ukraina untuk mencabut klaim teritorialnya dan membatalkan rencana untuk bergabung dengan NATO – tuntutan yang ditolak Kiev.
Pada bulan Juni, Institut Sosiologi Internasional Kiev merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa hampir 40% warga Ukraina bersedia menerima konsesi teritorial untuk mengakhiri permusuhan secepat mungkin, suatu angka yang telah meningkat empat kali lipat selama dua tahun terakhir.
Namun, Trump tampaknya melunakkan pendiriannya pada hari Senin, dengan mengatakan Ukraina "sedang terpukul sangat keras sekarang" oleh serangan Rusia. Rusia telah berulang kali mengecam pasokan senjata Barat ke Ukraina, dengan alasan hal itu memperpanjang konflik.
Moskow mengatakan perdamaian abadi akan mengharuskan Ukraina untuk mencabut klaim teritorialnya dan membatalkan rencana untuk bergabung dengan NATO – tuntutan yang ditolak Kiev.
Pada bulan Juni, Institut Sosiologi Internasional Kiev merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa hampir 40% warga Ukraina bersedia menerima konsesi teritorial untuk mengakhiri permusuhan secepat mungkin, suatu angka yang telah meningkat empat kali lipat selama dua tahun terakhir.
(ahm)
Lihat Juga :