Abu Ubaidah: Serangan Pejuang Tewaskan 5 Tentara Israel, Pukulan Tambahan!
Selasa, 08 Juli 2025 - 16:39 WIB
Militer Israel telah mengumumkan tewasnya lima tentara di Gaza utara. Empat belas orang lainnya terluka, termasuk setidaknya dua orang yang digambarkan dalam kondisi kritis.
Penyelidikan awal telah dibuka, dan yang kami pahami adalah tentara Israel diserang; kemudian unit yang mencoba menyelamatkan mereka juga diserang, dan kemudian kelompok tentara ketiga yang mencoba mengevakuasi mereka juga diserang.
Jadi ini adalah serangan kompleks yang terjadi 500 meter dari pagar utara Gaza. Beit Hanoon adalah daerah yang telah berada di bawah pendudukan militer Israel sejak awal perang pada Oktober 2023.
Jadi ada banyak komentar tentang itu oleh politisi Israel bahwa ini adalah peristiwa yang benar-benar keterlaluan dan, saat ini, menurut beberapa pihak oposisi, militer ada di Gaza dan para prajurit itu mati bukan untuk melindungi Israel tetapi untuk melindungi pemerintah koalisi Netanyahu.
Sementara itu, 27 orang telah tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak fajar pada Selasa (8/7/2025), menurut sumber medis di Gaza yang berbicara dengan rekan-rekan kami di Al Jazeera Arabic.
Penyelidikan awal telah dibuka, dan yang kami pahami adalah tentara Israel diserang; kemudian unit yang mencoba menyelamatkan mereka juga diserang, dan kemudian kelompok tentara ketiga yang mencoba mengevakuasi mereka juga diserang.
Jadi ini adalah serangan kompleks yang terjadi 500 meter dari pagar utara Gaza. Beit Hanoon adalah daerah yang telah berada di bawah pendudukan militer Israel sejak awal perang pada Oktober 2023.
Jadi ada banyak komentar tentang itu oleh politisi Israel bahwa ini adalah peristiwa yang benar-benar keterlaluan dan, saat ini, menurut beberapa pihak oposisi, militer ada di Gaza dan para prajurit itu mati bukan untuk melindungi Israel tetapi untuk melindungi pemerintah koalisi Netanyahu.
Sementara itu, 27 orang telah tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak fajar pada Selasa (8/7/2025), menurut sumber medis di Gaza yang berbicara dengan rekan-rekan kami di Al Jazeera Arabic.
Lihat Juga :