Presiden Iran: Israel Ingin Seret AS ke Perang Abadi di Timur Tengah!

Selasa, 08 Juli 2025 - 07:00 WIB
"Apa yang sebenarnya mereka maksud dengan fatwa tersebut adalah kutukan atas penghinaan terhadap agama atau tokoh agama. Itu tidak boleh ditafsirkan atau dianggap sebagai ancaman terhadap individu," ujarnya.

Bulan lalu, Alireza Panahian, seorang ulama garis keras Iran yang dekat dengan Khamenei menyerukan umat Islam untuk membunuh Trump dan Netanyahu sebagai respons atas ancaman mereka terhadap Khamenei, dengan mengutip fatwa yang menyatakannya sebagai mohareb atau musuh Tuhan.

Najmuddin Tabasi, anggota Serikat Guru Seminari Qom, mengatakan Trump harus dieksekusi dan memperingatkan: "Tangan yang sama yang melepaskan tembakan melewati telinganya dapat menembakkan peluru ke tenggorokannya."

Merujuk pada fatwa terbaru oleh Ayatollah Naser Makarem Shirazi dan Hossein Nouri Hamedani, Tabasi mengatakan dia yakin bahwa pemuda pemberani akan merampas keamanan Trump.

Pezeshkian juga membantah Iran telah berusaha membunuh Trump dalam dugaan rencana yang dirinci oleh penegak hukum AS tahun lalu.

Iran Tak Masalah Menghidupkan Kembali Perundingan



Iran tidak pernah mengejar ambisi memiliki senjata nuklir, kata Pezeshkian, mengutip larangan agama dan kerja sama dengan inspektur internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!