Presiden Iran: Israel Ingin Seret AS ke Perang Abadi di Timur Tengah!

Selasa, 08 Juli 2025 - 07:00 WIB
"Kami tidak pernah mengejar pengembangan bom nuklir—tidak di masa lalu, tidak saat ini atau di masa mendatang—karena ini salah. Dan ini bertentangan dengan dekrit agama atau fatwa yang telah dikeluarkan oleh Pemimpin Tertinggi...jadi secara agama dilarang bagi kami untuk mengejar bom nuklir," katanya.

Menurutnya, konflik yang sedang berlangsung dengan Israel telah menyabotase negosiasi nuklir. Dia seraya menambahkan bahwa pembicaraan dengan AS telah mengalami kemajuan ketika Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

“Kami sedang duduk di meja perundingan ketika itu terjadi. Dan dengan melakukan ini, mereka benar-benar merusak dan menghancurkan diplomasi," paparnya.

“Kami tidak melihat masalah dalam memasuki kembali negosiasi. Tetapi bagaimana kami akan mempercayai Amerika Serikat lagi? Kami memasuki kembali negosiasi. Lalu bagaimana kami bisa tahu pasti bahwa di tengah-tengah pembicaraan, rezim Israel tidak akan diberi izin lagi untuk menyerang kami?” imbuh dia.

Utusan Gedung Putih Steve Witkoff berencana untuk bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Oslo minggu depan untuk meluncurkan kembali perundingan nuklir, menurut laporan Axios yang mengutip dua sumber yang mengetahui persiapan tersebut.

Pertemuan itu akan menandai keterlibatan langsung pertama sejak Presiden Trump memerintahkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran bulan lalu. Tidak ada pihak yang secara terbuka mengakui pembicaraan yang direncanakan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!