Menteri Sayap Kanan Yahudi Ini Desak PM Israel Terus Taklukkan Gaza dan Usir Penduduknya

Senin, 07 Juli 2025 - 01:15 WIB
Perubahan yang diusulkan Hamas adalah kelanjutan negosiasi gencatan senjata jika kesepakatan permanen selama jeda 60 hari tidak tercapai; di mana pasukan Israel dapat tinggal selama jeda 60 hari; dan akhirnya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi afiliasinya, bukan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Israel-AS.

Lebih dari 700 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka saat mencari bantuan di atau dekat lokasi GHF sejak yayasan tersebut memulai operasinya di Gaza pada akhir Mei.

Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengatakan telah memberikan tanggapan "positif" terhadap usulan gencatan senjata Gaza terbaru.

Hamas telah menegaskan bahwa setiap perjanjian gencatan senjata harus mencakup jaminan bahwa Israel akan secara permanen mengakhiri perangnya di Gaza.

Kelompok perlawanan yang berbasis di Gaza mengumumkan bahwa mereka "sepenuhnya siap, dengan segala keseriusan, untuk segera memasuki babak baru negosiasi tentang mekanisme untuk menerapkan" kerangka gencatan senjata terbaru.

Menanggapi usulan Hamas, Israel mengumumkan akan mengirim tim negosiasi ke Qatar untuk negosiasi lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!