Ketika Militer Israel Diserang Massa Ekstremis Yahudi: Tentara Zionis Dicap Pembunuh dan Nazi

Selasa, 01 Juli 2025 - 13:20 WIB
"Hari-hari yang berat. Saya melewati sana di awal protes; ada panggilan 'pembunuh' yang ditujukan kepada saya, mereka juga memanggil saya 'Nazi'," kata seorang prajurit Batalyon 7114 yang tidak disebutkan namanya kepada KAN.

"Ada semacam eskalasi, seperti permainan kucing-kucingan. Mereka menjauh, lalu mereka kembali, berkelahi dengan Anda, dan mengancam akan membunuh Anda. Kebanyakan dari mereka adalah anak muda berusia awal 20-an."

Ada juga sekelompok perusuh bertopeng menyerang tentara IDF di dekat Ramallah, Tepi Barat, pada Jumat malam. KAN melaporkan bahwa para perusuh memukul, mencekik, dan melemparkan batu ke arah tentara IDF. Beberapa tentara dan seorang perwira terluka ringan pada akhir insiden tersebut.

Mereka juga mencoba membakar sebuah bangunan yang digunakan oleh polisi dan menyemprotkan cat bertuliskan kata "Balas dendam" dalam bahasa Ibrani di atasnya, menurut laporan Army Radio.

The Jerusalem Post melaporkan bahwa enam orang telah ditangkap karena berpartisipasi dalam kerusuhan tersebut. Lima orang tambahan ditangkap sebelumnya pada hari Rabu karena terlibat dengan insiden Ramallah.

Surat kabar Zionis itu dalam editorialnya pada Selasa (1/7/2025) menyebut massa ekstremis Yahudi di Tepi Barat sebagai "kanker" yang harus disingkirkan sebelum terlambat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!