Diancam Akan Dijatuhkan Sanksi, Rusia: Jerman Hanya Menggertak
Rabu, 09 September 2020 - 00:48 WIB
"Penyebabnya jelas bukan Novichok, tidak ada tanda-tanda keracunan," kata Alexander Sabayev, menurut kantor berita RIA Novosti yang dikelola pemerintah Rusia.
“Ini sama sekali bukan racun. Itu adalah penyakit," cetusnya, mengulangi pernyataan Rusia bahwa Navalny menderita gangguan metabolisme.
Tim medis di Jerman mengatakan kritikus Kremlin mulai sadar dari koma dan merespon perkataan. Pihak rumah sakit bahkan telah melepas ventilator mekanik. (Baca juga: Pengkritik Kremlin Navalny Mulai Sadar dari Koma, Merespon Perkataan )
Pemerintah Jerman mengatakan bahwa ahli toksikologi militer Jerman telah menemukan bahwa Navalny telah terkena racun saraf Novichok. Berlin lantas menuntut Moskow untuk mengklarifikasi insiden tersebut.
Para dokter Rusia yang merawat Navalny di Siberia telah berulang kali membantah kesimpulan rumah sakit Jerman tersebut. Mereka mengatakan bahwa telah mengesampingkan serangan racun sebagai diagnosis dan bahwa tes mereka untuk zat beracun ternyata negatif.
“Ini sama sekali bukan racun. Itu adalah penyakit," cetusnya, mengulangi pernyataan Rusia bahwa Navalny menderita gangguan metabolisme.
Tim medis di Jerman mengatakan kritikus Kremlin mulai sadar dari koma dan merespon perkataan. Pihak rumah sakit bahkan telah melepas ventilator mekanik. (Baca juga: Pengkritik Kremlin Navalny Mulai Sadar dari Koma, Merespon Perkataan )
Pemerintah Jerman mengatakan bahwa ahli toksikologi militer Jerman telah menemukan bahwa Navalny telah terkena racun saraf Novichok. Berlin lantas menuntut Moskow untuk mengklarifikasi insiden tersebut.
Para dokter Rusia yang merawat Navalny di Siberia telah berulang kali membantah kesimpulan rumah sakit Jerman tersebut. Mereka mengatakan bahwa telah mengesampingkan serangan racun sebagai diagnosis dan bahwa tes mereka untuk zat beracun ternyata negatif.
(ber)
Lihat Juga :