15 Alasan Mimpi Negara Aman Israel Hancur Seketika karena Serangan Iran

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:01 WIB

4. Kemampuan Militer Iran yang Meningkat



Iran menggunakan persenjataan canggih: rudal balistik kecepatan tinggi dan drone swarm yang dirancang menyerang dalam gelombang besar, mirip taktik Rusia di Ukraina. 

Israel kini menghadapi ancaman langsung dari Iran, bukan hanya proxy seperti Hamas atau Hizbullah.

Langkah Israel untuk menyerang Iran harus menghadapi konsekuensi pahit dengan berbagai gelombang serangan balasan.

5. Efektivitas Operasi Israel Dipertanyakan



Israel sebelumnya melancarkan serangan besar terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran (“Operation Rising Lion”), membunuh para komandan tinggi IRGC dan ilmuwan nuklir, dan rusaknya radar serta pertahanan udara Iran. 

Namun fakta bahwa Iran tetap bisa melancarkan gelombang balasan menunjukkan serangan itu tidak sepenuhnya menghancurkan kemampuan Iran.

6. Keterlibatan Mossad dan Efek Infiltrasi



Mossad diyakini menyusup ke Iran menetapkan basis drone pembom yang menonaktifkan radar dan peluncur mobile, mengurangi jumlah serangan Iran secara signifikan.

Ironisnya, kemampuan intelijen Israel ini juga menciptakan efek psikologis: Iran kini sadar Israel dapat menyerang dari “kedalaman aman”, namun Iran masih sanggup membalas, menandakan keamanan Israel bukan tanpa cela.

7. Kekhawatiran akan Perang Berkepanjangan



Serangan ini menunjukkan konflik bisa berlarut dan ekonomi Israel terbebani: biaya tinggi senjata interceptor, pergeseran anggaran dari pembangunan, hingga gangguan sosial.

AS memberikan dukungan (interceptor Patriot/THAAD), tetapi tidak menunjukkan niat menyerang balik Iran, sehingga Israel tetap di ujung spektrum politik dan strategis yang rapuh.

AS bisa terlibat langsung dalam perang itu, tapi hingga saat ini masih menahan diri.

8. Serangan Siber sebagai Ancaman Tambahan



Iran meningkatkan serangan siber, DDoS, phishing, kampanye disinformasi yang ditujukan untuk menimbulkan kepanikan dan melemahkan moral publik. 

Ancaman ini menggarisbawahi bahwa perang sudah menyentuh ranah digital, sistem penting yang juga rentan.

9. Dampak Geopolitik Regional



Krisis ini memicu ketidakstabilan global: harga minyak naik, jalur Selat Hormuz tegang. Negara-negara Teluk dan Eropa vetting antara mendukung Israel atau menahan diri dari eskalasi yang lebih luas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!