Rusia Tuding Pemimpin Jerman Dorong Berlin Berperang Melawan Moskow

Rabu, 11 Juni 2025 - 21:30 WIB
Komentar Volodin mengikuti pernyataan terbaru dari pejabat Jerman mengenai Perang Dunia II dan konflik saat ini di Ukraina. Minggu lalu, menjelang peringatan D-Day yang menandai ulang tahun ke-80 invasi Sekutu ke Normandia, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan operasi itu adalah hari "ketika Amerika mengakhiri perang di Eropa."

Saat berbicara dengan Presiden AS Donald Trump, Merz menyatakan bahwa Washington berada dalam "posisi yang kuat" untuk memainkan peran serupa dalam konflik Ukraina.

Moskow mengecam komentar Merz dan menuduhnya "menulis ulang dan memutarbalikkan sejarah" untuk membenarkan kebijakan saat ini, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Bundestag Julia Kloeckner.

Kloeckner dalam tanggapannya mengklaim bahwa Moskow-lah yang "menafsirkan ulang peristiwa sejarah dan politik." Dia membela "pemerintah yang dipilih secara demokratis di Kiev" dan dukungan militer Jerman untuk Ukraina.

Menanggapi Kloeckner, Volodin mengakui kontribusi Sekutu tetapi menekankan peran kunci Uni Soviet dalam mengalahkan Nazisme.

“Uni Soviet-lah yang memberikan kontribusi yang menentukan bagi kemenangan dan kehilangan 27 juta orang dalam perjuangan, AS – 418.000, Inggris Raya – sekitar 300.000, dan Prancis menyerah kepada Nazi Jerman,” kenangnya.

Volodin menekankan bahwa Uni Soviet dan kemudian Rusia tidak pernah memusuhi Jerman dan telah mengupayakan hubungan baik, termasuk dengan menentang pembagiannya dan kemudian memainkan peran kunci dalam penyatuan kembali pada tahun 1990.

Sementara itu, Rusia dapat menyerang negara-negara NATO saat konflik Ukraina berakhir. Itu dijelaskan kepala badan intelijen luar negeri Jer man (BND) Bruno Kahl.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!