Jerman Hendak Perluas Bunker Besar-besaran, Persiapan Perang Melawan Rusia
Senin, 09 Juni 2025 - 07:48 WIB
“Bunker baru dengan standar perlindungan tertinggi menghabiskan banyak uang dan waktu. Kami butuh solusi yang lebih cepat,” kata Tiesler kepada Suddeutsche Zeitung, seraya mencatat bahwa rencana perlindungan nasional yang lengkap diharapkan akan dipresentasikan akhir musim panas ini.
“Hampir setiap ruang bawah tanah dapat menjadi tempat yang aman jika terjadi serangan,” katanya dalam wawancara terpisah dengan Zeit, sambil mendorong warga untuk memperkuat jendela, menyimpan kebutuhan pokok, dan bersiap untuk berlindung dalam waktu lama.
Tiesler menyebut skenario yang melibatkan tank-tank Rusia yang memasuki Berlin tidak mungkin terjadi—tetapi memperingatkan bahwa sebagai pusat logistik NATO yang utama, Jerman akan menjadi target “serangan selektif” jika terjadi konflik di front timur.
Rumah sakit Jerman sedang dinilai kemampuannya untuk merawat korban massal, dengan Tiesler memperingatkan bahwa sistem kesehatan dapat menghadapi hingga 1.000 pasien tambahan per hari dalam situasi perang.
Rencana lainnya termasuk menggandakan jumlah sirene peringatan di seluruh negeri, meningkatkan aplikasi darurat untuk menyertakan instruksi serangan rudal, dan mungkin memperkenalkan persyaratan layanan sipil nasional.
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan bulan lalu bahwa dia bermaksud menjadikan Bundeswehr sebagai "tentara terkuat" di benua Eropa. Menteri Pertahanan Boris Pistorius mengharapkan peningkatan drastis pada anggaran militer negara itu, hingga €90 miliar (USD102 miliar) pada tahun 2028.
“Hampir setiap ruang bawah tanah dapat menjadi tempat yang aman jika terjadi serangan,” katanya dalam wawancara terpisah dengan Zeit, sambil mendorong warga untuk memperkuat jendela, menyimpan kebutuhan pokok, dan bersiap untuk berlindung dalam waktu lama.
Tiesler menyebut skenario yang melibatkan tank-tank Rusia yang memasuki Berlin tidak mungkin terjadi—tetapi memperingatkan bahwa sebagai pusat logistik NATO yang utama, Jerman akan menjadi target “serangan selektif” jika terjadi konflik di front timur.
Rumah sakit Jerman sedang dinilai kemampuannya untuk merawat korban massal, dengan Tiesler memperingatkan bahwa sistem kesehatan dapat menghadapi hingga 1.000 pasien tambahan per hari dalam situasi perang.
Rencana lainnya termasuk menggandakan jumlah sirene peringatan di seluruh negeri, meningkatkan aplikasi darurat untuk menyertakan instruksi serangan rudal, dan mungkin memperkenalkan persyaratan layanan sipil nasional.
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan bulan lalu bahwa dia bermaksud menjadikan Bundeswehr sebagai "tentara terkuat" di benua Eropa. Menteri Pertahanan Boris Pistorius mengharapkan peningkatan drastis pada anggaran militer negara itu, hingga €90 miliar (USD102 miliar) pada tahun 2028.
Lihat Juga :