Siapa Yasser Abu Shabab? Pemimpin Gangster Gaza yang Dipersenjatai Israel untuk Melawan Hamas

Minggu, 08 Juni 2025 - 01:15 WIB

4. Alat Memecah Belah Perjuang Rakyat Palestina

Seorang pejabat Hamas menepis Abu Shabab sebagai "alat yang digunakan oleh pendudukan Israel untuk memecah belah front internal Palestina," sementara yang lain menyebutnya sebagai kolaborator langsung.

Laporan oleh Quds News dan outlet seperti Haaretz dan The Washington Post menunjukkan bahwa kelompok Abu Shabab beroperasi di bawah perlindungan militer Israel penuh. Para saksi mengatakan mereka telah melihat para pejuangnya menjarah konvoi dan menuntut "uang perlindungan" dari para pengemudi, sementara tank-tank Israel mengawasi tanpa gangguan.

Dalam satu insiden yang dilaporkan, anak buahnya menembaki konvoi bantuan yang berjarak 100 meter dari tank Israel, tanpa ada tanggapan dari para tentara. Serangan udara Israel kemudian menewaskan enam perwira Palestina yang mencoba mencegah penjarahan.

"Orang-orang bersenjata memukuli pengemudi dan mengambil semua makanan jika mereka tidak dibayar [uang perlindungan]," kata seorang pejabat senior di Gaza kepada Haaretz.

Baca Juga: Aliansi Eropa - Yahudi di Ujung Tanduk

5. Kolaborator atau Pelindung?

Kebangkitan Abu Shabab telah menciptakan perpecahan yang dalam di dalam masyarakat Palestina.

Bagi sebagian orang, ia mewakili bentuk baru tatanan lokal, kekuatan yang diperlukan di wilayah yang tidak memiliki pemerintahan. Halaman Facebook Abu Shabab menggambarkannya sebagai "pemimpin akar rumput yang menentang korupsi dan penjarahan," dan para pendukungnya berpendapat bahwa ia melakukan apa yang gagal dilakukan Hamas: melindungi rakyat dan memastikan bantuan sampai ke tempat yang membutuhkan.

Hal ini mengubah Yasser Abu Shabab dari orang kuat lokal menjadi calon pesaing kekuasaan di Gaza selatan, yang secara langsung menantang cengkeraman Hamas yang telah lama ada. Bagi Israel, ia bisa menjadi pemimpin lokal yang mereka harapkan: seseorang yang dapat menguasai suatu wilayah, setidaknya untuk saat ini, sementara perang terus berlanjut dan Hamas terusir.

Bagi yang lain, ia adalah pengkhianat, wajah dari model baru yang berbahaya: seorang pemimpin Palestina yang didukung bukan oleh keinginan rakyat, tetapi oleh kekuatan militer asing.

Mereka melihat Abu Shabab dan anak buahnya sebagai kolaborator yang bekerja sama dengan tentara Israel, bukan sebagai pelindung rakyat mereka. Karena itu, sebagian besar warga Palestina tidak memercayainya atau menerimanya sebagai alternatif nyata bagi Hamas, terlepas dari otoritarianisme atau kegagalan Hamas.

Namun tanpa legitimasi dari penduduk Gaza, cengkeramannya pada kekuasaan tetap goyah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!