Putin Ancam Balas Ukraina setelah 41 Pesawat Rusia Dibom, Perang Nuklir Dikhawatirkan Pecah
Kamis, 05 Juni 2025 - 10:22 WIB
Ukraina secara sukarela menyerahkan senjata nuklirnya pada tahun 1994, sebagai imbalan atas jaminan keamanan dari AS, Inggris, dan Rusia.
Mereka yang skeptis terhadap dukungan AS untuk Ukraina memanfaatkan risiko konfrontasi nuklir untuk menyatakan bahwa konflik tersebut mungkin akan lepas kendali.
Para influencer MAGA seperti Steve Bannon dan Charlie Kirk secara terbuka mengutuk gelombang serangan drone Ukraina tersebut, dengan Bannon menyamakan serangan itu dengan serangan Jepang di Pearl Harbor dan Kirk menulis: "Kebanyakan orang tidak memperhatikan, tetapi kita lebih dekat dengan perang nuklir daripada sebelumnya sejak ini dimulai pada tahun 2022."
Namun, penasihat yang lebih berhaluan tengah dalam kubu Trump—termasuk beberapa yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Ukraina—juga memperingatkan bahwa risiko konflik nuklir meningkat karena mereka berusaha mempertahankan minat Trump dalam menengahi perdamaian.
"Tingkat risiko meningkat pesat," kata Keith Kellogg, utusan Trump untuk Ukraina dan Rusia, kepada Fox News.
"Ketika Anda menyerang bagian lawan dari triad [nuklir] mereka, tingkat risiko Anda meningkat karena Anda tidak tahu apa yang akan dilakukan pihak lain. Dan itulah yang mereka lakukan," paparnya.
Kellogg juga mengulang rumor bahwa Ukraina telah menyerang armada nuklir Rusia di Severomorsk, meskipun laporan ledakan di sana belum dikonfirmasi. Dia mengatakan AS berusaha menghindari eskalasi.
Anggota pemerintahan Amerika saat ini dan sebelumnya yang skeptis terhadap dukungan AS untuk Ukraina juga secara vokal menentang serangan drone tersebut.
Mereka yang skeptis terhadap dukungan AS untuk Ukraina memanfaatkan risiko konfrontasi nuklir untuk menyatakan bahwa konflik tersebut mungkin akan lepas kendali.
Para influencer MAGA seperti Steve Bannon dan Charlie Kirk secara terbuka mengutuk gelombang serangan drone Ukraina tersebut, dengan Bannon menyamakan serangan itu dengan serangan Jepang di Pearl Harbor dan Kirk menulis: "Kebanyakan orang tidak memperhatikan, tetapi kita lebih dekat dengan perang nuklir daripada sebelumnya sejak ini dimulai pada tahun 2022."
Namun, penasihat yang lebih berhaluan tengah dalam kubu Trump—termasuk beberapa yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Ukraina—juga memperingatkan bahwa risiko konflik nuklir meningkat karena mereka berusaha mempertahankan minat Trump dalam menengahi perdamaian.
"Tingkat risiko meningkat pesat," kata Keith Kellogg, utusan Trump untuk Ukraina dan Rusia, kepada Fox News.
"Ketika Anda menyerang bagian lawan dari triad [nuklir] mereka, tingkat risiko Anda meningkat karena Anda tidak tahu apa yang akan dilakukan pihak lain. Dan itulah yang mereka lakukan," paparnya.
Kellogg juga mengulang rumor bahwa Ukraina telah menyerang armada nuklir Rusia di Severomorsk, meskipun laporan ledakan di sana belum dikonfirmasi. Dia mengatakan AS berusaha menghindari eskalasi.
Anggota pemerintahan Amerika saat ini dan sebelumnya yang skeptis terhadap dukungan AS untuk Ukraina juga secara vokal menentang serangan drone tersebut.
Lihat Juga :