Jerman Nyatakan Ukraina Kini Bebas Serang Wilayah Rusia dengan Rudal NATO

Selasa, 27 Mei 2025 - 09:40 WIB
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan keputusan seperti itu akan bertentangan dengan aspirasi penyelesaian politik atas konflik Rusia-Ukraina.

Pemerintah Jerman sebelumnya yang dipimpin Kanselir Olaf Scholz sangat mendukung Kyiv tetapi enggan mengirimkan rudal Taurus jarak jauh, khawatir hal ini dapat meningkatkan ketegangan dengan negara berkekuatan nuklir tersebut.

Merz sebelumnya mengatakan bahwa dia mendukung pengiriman rudal Taurus, yang dapat menyerang target jauh di dalam Rusia.

Pemerintahnya sejak itu menekankan bahwa mereka tidak akan lagi merinci senjata apa yang akan dikirim ke Ukraina, dan lebih memilih sikap ambiguitas strategis.

Berbicara dalam wawancara panjang dengan WDR, Merz tidak mengatakan apakah Jerman kini akan mengirim rudal Taurus ke Kyiv.

Namun, kanselir yang baru diangkat itu mengambil kesempatan untuk mengecam keengganan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk terlibat dalam perundingan guna mengakhiri perangnya di Ukraina.

"Kepala Kremlin telah menanggapi upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dengan melakukan perang lebih keras dari sebelumnya," kata Merz kepada WDR.

"Putin jelas melihat tawaran perundingan sebagai tanda kelemahan," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!