Inggris, Prancis, Kanada Ancam Israel Jika Tak Berhenti Serang Gaza

Selasa, 20 Mei 2025 - 07:31 WIB
"Kami menentang segala upaya untuk memperluas permukiman di Tepi Barat. Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk sanksi yang ditargetkan," lanjut pernyataan mereka, yang dilansir Reuters, Selasa (20/5/2025).

Israel telah memblokir masuknya pasokan medis, makanan, dan bahan bakar ke Gaza sejak awal Maret untuk mencoba menekan Hamas agar membebaskan para sandera yang ditawan sejak serangan terhadap Israel 7 Oktober 2023.

"Kami selalu mendukung hak Israel untuk membela warga Israel dari terorisme. Namun, eskalasi ini sama sekali tidak proporsional," kata ketiga pemimpin Barat tersebut dalam pernyataan bersama, seraya menambahkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam sementara pemerintah Netanyahu melakukan "tindakan mengerikan ini."

Mereka juga menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir untuk gencatan senjata segera di Gaza, dan mengatakan mereka berkomitmen untuk mengakui Negara Palestina sebagai kontribusi untuk mencapai solusi dua negara.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan sedikit makanan yang masuk ke Jalur Gaza tidak akan sampai ke Hamas. Israel, kata dia, juga akan menghancurkan semua yang tersisa di Gaza.

Dia menggambarkan wilayah itu sebagai "satu kota teror besar". Menurutnya, warga sipil Gaza akan dipindahkan dari zona pertempuran ke negara ketiga.

"Yang paling sedikit akan sampai ke penduduk—hanya agar dunia tidak menghentikan kami dan menuduh kami melakukan kejahatan perang," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!