Penyerang Salman Rushdie Dijatuhi Hukuman 25 Tahun Penjara

Sabtu, 17 Mei 2025 - 07:16 WIB
Rushdie, yang lahir dari keluarga Muslim Kashmir yang tidak menjalankan ajaran agamanya di India dan dirinya sendiri adalah seorang ateis. Dia membela karyanya pada beberapa kesempatan.

Pen International, asosiasi penulis yang dipimpin Rushdie sebelumnya, mengutuk serangan itu dan mendoakan penulisnya agar "cepat pulih" dalam unggahan di media sosial saat itu.

The Satanic Verses dianggap banyak Muslim sebagai buku yang mengandung bagian-bagian yang menghujat.

Rushdie telah dinominasikan untuk Booker Prize sebanyak tujuh kali dan memenangkan penghargaan tersebut pada tahun 1981 untuk novel keduanya, Midnight's Children.

Buku tersebut merupakan kiasan tentang transisi India dari penjajahan Inggris menuju pemisahan dan kemerdekaan.

Penusukan itu dikutuk para penulis dan politisi di seluruh dunia sebagai serangan terhadap kebebasan berekspresi.

Baca juga: Trump: Perundingan Ukraina Tak akan Berlanjut kecuali Putin dan Saya Bertemu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!