Israel Dilanda Kebakaran Terparah dalam Sejarah, Pejabat Zionis Saling Menyalahkan

Jum'at, 02 Mei 2025 - 07:22 WIB
Di tengah situasi genting, Netanyahu menyatakan bahwa 18 orang telah ditahan karena diduga melakukan pembakaran.

Namun, sejumlah sumber kepolisian membantah angka tersebut dan menyebut hanya tiga orang yang ditangkap sejauh ini. Salah satunya adalah pria berusia 50 tahun dari wilayah Umm Tuba di Yerusalem Timur yang diduga mencoba menyalakan api.

Pernyataan kontroversial juga muncul dari Yair Netanyahu, putra PM Netanyahu, yang menuding kelompok kiri sebagai dalang kebakaran.

Lewat unggahan di platform X, dia menyebut bahwa “kelompok Kaplanist kiri” tengah mencoba menggagalkan perayaan Hari Kemerdekaan Israel dan menyatakan: “Saya benar-benar berharap pembakaran ini hanya dilakukan oleh orang Arab, tanpa kolaborasi dari rakyat kita sendiri.”

Pernyataan ini dikecam luas dan dinilai sebagai bentuk hasutan terhadap warga Palestina.

Sementara itu, sejumlah media pro-pemerintah mulai mendorong narasi bahwa kebakaran adalah aksi pembakaran, meskipun belum ada bukti pasti.

Laporan cuaca sebelumnya telah memperingatkan adanya risiko tinggi kebakaran akibat musim kering yang panjang dan angin kencang.

Dinas Meteorologi Israel menyatakan bahwa area perbukitan Yerusalem telah berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi kebakaran besar sejak beberapa hari sebelumnya.

Angin mulai melemah dan hujan ringan turun pada Kamis, sedikit meredakan kondisi. Namun, di saat yang sama, badai pasir besar juga melanda Jalur Gaza, memperparah kondisi lingkungan regional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!