Rusia Tangkap Agen Intelijen Ukraina yang Meledakkan Bom Mobil Jenderal Kepercayaan Putin

Minggu, 27 April 2025 - 18:34 WIB
Setelah pertemuan selama tiga jam tersebut, Presiden AS Donald Trump awalnya menyuarakan optimisme bahwa kedua belah pihak "sangat dekat dengan kesepakatan."

Namun keesokan harinya, Trump mempertanyakan apakah Putin menginginkan kesepakatan damai tak lama setelah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Vatikan untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus.

Dalam sebuah unggahan Truth Social yang dikirim saat ia kembali dari Roma setelah pertemuan tersebut, Trump mengemukakan prospek penerapan sanksi baru terhadap Rusia setelah serangannya terhadap Kyiv minggu lalu.

"Tidak ada alasan bagi Putin untuk menembakkan rudal ke wilayah sipil, kota-kota, dan desa-desa, selama beberapa hari terakhir," tulis Trump.

"Hal itu membuat saya berpikir bahwa mungkin dia tidak ingin menghentikan perang, dia hanya memanfaatkan saya, dan harus ditangani dengan cara yang berbeda, melalui 'Perbankan' atau 'Sanksi Sekunder?' Terlalu banyak orang yang sekarat!!!"
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!