Trump Frustrasi pada Zelensky: Dia Bisa Kehilangan Seluruh Ukraina
Kamis, 24 April 2025 - 07:01 WIB
Setelah penolakan tersebut, para anggota utama delegasi AS menarik diri dari perundingan yang direncanakan, yang menyebabkan pertemuan tersebut "di-downgrade" pada menit terakhir.
“Pernyataan ini sangat merugikan negosiasi perdamaian dengan Rusia karena Crimea telah hilang bertahun-tahun lalu,” tulis Trump, menuduh Zelensky memperpanjang konflik.
Versi narasi Moskow, penduduk Crimea yang sebagian besar beretnis Rusia memilih untuk bergabung dengan Federasi Rusia dalam referendum tahun 2014, menyusul kudeta bersenjata yang didukung Barat di Kyiv.
Namun, Kyiv dan negara-negara Barat menolak mengakui referendum tersebut dan menganggap Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina.
"Situasi Ukraina sangat buruk, dia dapat berdamai atau, dia dapat berjuang selama tiga tahun lagi sebelum kehilangan seluruh negara," lanjut Trump merujuk pada Zelensky, sebagaimana dikutip RT, Kamis (24/4/2025).
Trump menegaskan kembali bahwa Zelensky memiliki posisi tawar yang lemah dalam negosiasi.
“Kita sangat dekat dengan kesepakatan, tetapi orang yang ‘tidak punya kartu untuk dimainkan’ sekarang harus menyelesaikannya," imbuh Trump.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Ukraina tidak mungkin diselesaikan dengan cara yang dipercepat karena kompleksitas negosiasi.
Moskow mengatakan bahwa pihaknya selalu siap untuk terlibat dalam perundingan damai, asalkan mereka memastikan solusi permanen yang mengatasi akar penyebab konflik—sementara gencatan senjata sementara apa pun akan digunakan oleh pendukung Ukraina dari Barat untuk mempersenjatai kembali militer negara itu.
“Pernyataan ini sangat merugikan negosiasi perdamaian dengan Rusia karena Crimea telah hilang bertahun-tahun lalu,” tulis Trump, menuduh Zelensky memperpanjang konflik.
Versi narasi Moskow, penduduk Crimea yang sebagian besar beretnis Rusia memilih untuk bergabung dengan Federasi Rusia dalam referendum tahun 2014, menyusul kudeta bersenjata yang didukung Barat di Kyiv.
Namun, Kyiv dan negara-negara Barat menolak mengakui referendum tersebut dan menganggap Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina.
"Situasi Ukraina sangat buruk, dia dapat berdamai atau, dia dapat berjuang selama tiga tahun lagi sebelum kehilangan seluruh negara," lanjut Trump merujuk pada Zelensky, sebagaimana dikutip RT, Kamis (24/4/2025).
Trump menegaskan kembali bahwa Zelensky memiliki posisi tawar yang lemah dalam negosiasi.
“Kita sangat dekat dengan kesepakatan, tetapi orang yang ‘tidak punya kartu untuk dimainkan’ sekarang harus menyelesaikannya," imbuh Trump.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Ukraina tidak mungkin diselesaikan dengan cara yang dipercepat karena kompleksitas negosiasi.
Moskow mengatakan bahwa pihaknya selalu siap untuk terlibat dalam perundingan damai, asalkan mereka memastikan solusi permanen yang mengatasi akar penyebab konflik—sementara gencatan senjata sementara apa pun akan digunakan oleh pendukung Ukraina dari Barat untuk mempersenjatai kembali militer negara itu.
(mas)
Lihat Juga :