Pengadilan China Melelang 100 Ton Buaya Hidup Rp9,2 Miliar, Tapi Pemenang Tanggung Risikonya Sendiri

Sabtu, 12 April 2025 - 17:30 WIB
Mengutip laporan South China Morning Post, Sabtu (12/4/2025), buaya-buaya itu sebelumnya dimiliki oleh Perusahaan Industri Buaya Hongyi Guangdong, yang didirikan oleh Mo Junrong yang dijuluki "Dewa Buaya".

Namun, perusahaan gagal memenuhi kewajiban keuangannya dan terpaksa melikuidasi asetnya, termasuk kawanan reptil ganas tersebut.

Di China, buaya merupakan komoditas utama dan digunakan dalam lebih dari 100 produk mulai dari riasan hingga anggur.

Yang ditawarkan dalam lelang tersebut semuanya adalah buaya Siam, yang dibudidayakan dan diperdagangkan secara komersial di China.

Namun, potensi tawar-menawar dalam lelang tidak sepenuhnya seperti yang diharapkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!