Zelensky Tuding 155 Tentara China Ikut Berperang di Ukraina, Rusia: Beijing Tetap Seimbang

Jum'at, 11 April 2025 - 03:30 WIB
"China bukanlah pencipta atau pihak dalam krisis Ukraina. Kami adalah pendukung setia dan promotor aktif penyelesaian krisis secara damai," kata juru bicara kementerian luar negeri Lin Jian.

Ia menegaskan kembali komentar sebelumnya yang tampaknya menunjukkan bahwa tentara Tiongkok yang bertempur untuk Rusia melakukannya dalam kapasitas pribadi mereka.

Lin mengatakan China "selalu mengharuskan warganya untuk menjauh dari daerah konflik bersenjata dan menghindari keterlibatan dalam konflik bersenjata dalam bentuk apa pun, terutama untuk menghindari partisipasi dalam operasi militer pihak mana pun".

Beijing sebelumnya telah membantah bahwa banyak warganya yang bertempur untuk Rusia, dengan mengatakan bahwa klaim tersebut "tidak memiliki dasar fakta".

Awal minggu ini, Zelensky mengatakan pasukannya telah bertempur melawan enam tentara China di wilayah Donetsk timur Ukraina dan menangkap dua orang. Rusia menolak berkomentar tentang pengungkapan ini.

Pada hari Rabu Zelensky mengatakan kepada wartawan bahwa "masalah China serius."

"Ada 155 orang dengan nama keluarga, dengan data paspor - 155 warga negara China yang berperang melawan Ukraina di wilayah Ukraina," katanya, menurut pernyataan yang dilaporkan oleh Interfax.

Ia menambahkan bahwa Rusia merekrut warga negara China di media sosial, dan bahwa "pejabat Beijing mengetahui hal ini".

Menurut Zelensky, para rekrutan yang diduga menerima pelatihan di Moskow sebelum dikirim ke medan perang di Ukraina, serta dokumen migrasi dan pembayaran.

Ia juga merilis di X sebuah video yang tampaknya merupakan interogasi terhadap dua tentara China yang ditangkap.

Berbicara dalam bahasa Mandarin, para tentara tersebut menggambarkan latar belakang mereka dan bagaimana mereka ditangkap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!