Charlie Hebdo Cetak Ulang Kartun Nabi, Aksi Protes Pecah di Pakistan
Sabtu, 05 September 2020 - 06:38 WIB
“Itu (pencetakan ulang kartun) sama dengan terorisme besar; mereka mengulangi tindakan penistaan seperti itu terhadap Nabi Muhammad setiap beberapa tahun. Ini harus dihentikan,” kata Razi Hussani, pemimpi TLP di Karachi seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (5/9/2020).
Unjuk rasa serupa yang diadakan di Pakistan pada tahun 2015 berubah menjadi kekerasan, dengan sejumlah orang terluka ketika polisi bentrok dengan pengunjuk rasa yang mencoba menuju ke konsulat Prancis di Karachi.
Pemerintah Pakistan juga mengutuk pencetakan ulang kartun tersebut. Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi mengatakan negara Asia Selatan itu percaya pada kebebasan berekspresi tetapi kebebasan semacam itu tidak berarti izin untuk menyinggung sentimen agama.
Menurutnya Charlie Hebdo telah lama menguji batasan dari apa yang akan diterima masyarakat atas nama kebebasan berbicara.
Kartun Nabi Muhammad yang memicu kemarahan dan keresahan di kalangan Muslim di seluruh dunia dimuat pertama kali pada tahun 2005 oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten.
Unjuk rasa serupa yang diadakan di Pakistan pada tahun 2015 berubah menjadi kekerasan, dengan sejumlah orang terluka ketika polisi bentrok dengan pengunjuk rasa yang mencoba menuju ke konsulat Prancis di Karachi.
Pemerintah Pakistan juga mengutuk pencetakan ulang kartun tersebut. Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi mengatakan negara Asia Selatan itu percaya pada kebebasan berekspresi tetapi kebebasan semacam itu tidak berarti izin untuk menyinggung sentimen agama.
Menurutnya Charlie Hebdo telah lama menguji batasan dari apa yang akan diterima masyarakat atas nama kebebasan berbicara.
Kartun Nabi Muhammad yang memicu kemarahan dan keresahan di kalangan Muslim di seluruh dunia dimuat pertama kali pada tahun 2005 oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten.
Lihat Juga :