Dominasi Kapal Induk AS Segera Berakhir, China Sedang Bangun Tipe 004 yang Mampu Angkut 100 Jet Tempur
Rabu, 19 Maret 2025 - 15:11 WIB
"Yah, kalian semua tahu betapa skeptisnya saya biasanya, tetapi ini sebenarnya bisa menjadi bukti untuk pertama kalinya bahwa 004 sedang dibangun," tulis @Rupprecht_A di akun X-nya, yang mengikuti dengan saksama apa yang terjadi di industri militer China, dilansir Bulgarian Military.
Húrin, pengamat lain industri militer China , memperhatikan bahwa salah satu foto menampilkan tiruan ukuran penuh dari pesawat tempur berbasis kapal induk J-15. "Ini bisa menjadi tampilan pertama kami pada modul Kapal Induk Nuklir Tiongkok Tipe 004 di Dalian, bahkan tiruan J-15 ada di sana," tulis Húrin.
Kapal induk yang setara dengan milik China akan memungkinkan Beijing memperluas jangkauannya jauh melampaui pangkalannya, berpotensi beroperasi di Samudra Hindia, dekat Guam, atau bahkan dekat Hawaii. Kemampuan ini akan meningkatkan kehadiran militer Tiongkok dan memberikan keuntungan logistik dengan mengurangi ketergantungan pada pengisian bahan bakar.
Namun, perkembangan ini juga menghadirkan tantangan. Pembangunan dan pemeliharaan kapal induk bertenaga nuklir memerlukan investasi besar dan keahlian teknologi canggih. China harus mengatasi rintangan ini sebelum mengerahkan armada operasional kapal bertenaga nuklir.
Selain itu, perluasan semacam itu dapat meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang memantau dengan saksama kemampuan militer China yang terus berkembang.
Lebih jauh lagi, mengintegrasikan teknologi intelijen, pengawasan, dan pengintaian waktu nyata untuk mendeteksi dan melawan ancaman akan menjadi tantangan strategis yang besar.
Dengan keunggulan strategis dan teknologi, kemajuan pesat angkatan laut China menyoroti ambisinya yang jelas untuk menjadikan dirinya sebagai kekuatan maritim yang dominan di panggung global.
Húrin, pengamat lain industri militer China , memperhatikan bahwa salah satu foto menampilkan tiruan ukuran penuh dari pesawat tempur berbasis kapal induk J-15. "Ini bisa menjadi tampilan pertama kami pada modul Kapal Induk Nuklir Tiongkok Tipe 004 di Dalian, bahkan tiruan J-15 ada di sana," tulis Húrin.
3. Ubah Keseimbangan Stategis di Pasifik
Pengenalan kapal induk bertenaga nuklir akan secara signifikan mengubah keseimbangan strategis di Pasifik. Saat ini, dominasi angkatan laut AS di kawasan tersebut sebagian besar didasarkan pada kemampuannya mengoperasikan kapal induk bertenaga nuklir.Kapal induk yang setara dengan milik China akan memungkinkan Beijing memperluas jangkauannya jauh melampaui pangkalannya, berpotensi beroperasi di Samudra Hindia, dekat Guam, atau bahkan dekat Hawaii. Kemampuan ini akan meningkatkan kehadiran militer Tiongkok dan memberikan keuntungan logistik dengan mengurangi ketergantungan pada pengisian bahan bakar.
Namun, perkembangan ini juga menghadirkan tantangan. Pembangunan dan pemeliharaan kapal induk bertenaga nuklir memerlukan investasi besar dan keahlian teknologi canggih. China harus mengatasi rintangan ini sebelum mengerahkan armada operasional kapal bertenaga nuklir.
Selain itu, perluasan semacam itu dapat meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang memantau dengan saksama kemampuan militer China yang terus berkembang.
4. Perlu Mengembangkan Sistem Pertahanan Canggih untuk Melindungi Kapal Induk
Melansir Army Recognition, masalah utama lainnya adalah perlindungan kapal-kapal besar ini terhadap ancaman modern, khususnya rudal antikapal jarak jauh. Kemampuan China untuk mengembangkan sistem pertahanan canggih, seperti laser, peperangan elektronik, dan rudal pencegat, akan sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup kapal induknya dalam potensi konflik.Lebih jauh lagi, mengintegrasikan teknologi intelijen, pengawasan, dan pengintaian waktu nyata untuk mendeteksi dan melawan ancaman akan menjadi tantangan strategis yang besar.
5. Berambisi Menjadi Kekuatan Maritim Global
Dalam waktu dekat, pasukan serang angkatan laut China yang dilengkapi dengan beberapa kapal induk bertenaga nuklir dapat berfungsi sebagai penyeimbang kehadiran AS di Pasifik. Sementara angkatan laut China saat ini lebih dibedakan oleh ukuran armadanya daripada kemampuan teknologinya, kesenjangan ini dapat menyempit dengan adopsi teknologi nuklir canggih.Dengan keunggulan strategis dan teknologi, kemajuan pesat angkatan laut China menyoroti ambisinya yang jelas untuk menjadikan dirinya sebagai kekuatan maritim yang dominan di panggung global.
Lihat Juga :
tulis komentar anda