Profil Aleksandar Vucic, Presiden Serbia yang Didemo 1 Juta Warganya karena Kasus Korupsi

Rabu, 19 Maret 2025 - 11:45 WIB

Kepemimpinan sebagai Perdana Menteri dan Presiden



Sebagai Perdana Menteri, Vucic memfokuskan diri pada reformasi ekonomi, menarik investasi asing, dan mendorong integrasi Serbia ke Uni Eropa.

Namun, kepemimpinannya juga dikritik karena kecenderungan otoriter, termasuk kontrol media yang ketat dan tekanan terhadap oposisi politik.

Pada 2017, dia terpilih sebagai Presiden Serbia, posisi yang lebih seremonial, tetapi dia tetap mempertahankan pengaruh signifikan dalam politik negara.

Kontroversi dan Tuduhan Korupsi



Pada November 2024, insiden tragis terjadi di stasiun kereta Novi Sad, di mana atap beton runtuh dan menewaskan 15 orang.

Insiden ini memicu protes besar-besaran yang dipimpin mahasiswa, menuduh pemerintah korupsi dan kelalaian dalam pengawasan proyek infrastruktur.

Protes tersebut berkembang menjadi gerakan nasional yang menuntut transparansi, akuntabilitas, dan reformasi dalam pemerintahan.

Protes Massal dan Tuntutan Pengunduran Diri



Pada Maret 2025, ratusan ribu warga Serbia berkumpul di Beograd dalam protes terbesar dalam sejarah modern negara tersebut, menuntut pengunduran diri Vucic dan pemerintahannya.

Para demonstran menuduh pemerintah terlibat dalam korupsi sistemik, pembungkaman kebebasan berpendapat, dan kegagalan menjaga keselamatan publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!