AS bisa Akui Krimea sebagai Wilayah Rusia

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:25 WIB
"Tujuannya tetap sama: menghentikan pembunuhan dan menemukan resolusi damai untuk konflik ini," ungkap Hughes.

Krimea, yang sebagian besar dihuni etnis Rusia, memilih meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada tahun 2014, menyusul kudeta yang didukung AS di Kiev untuk menggulingkan Presiden Viktor Yanukovich yang terpilih secara demokratis yang menyebabkan pembatalan langsung hak-hak bahasa tertentu. PBB terus memandang wilayah tersebut sebagai wilayah Ukraina.

Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan membahas gencatan senjata 30 hari yang diusulkan AS selama panggilan telepon mereka pada hari Selasa.

Putin menekankan pekan lalu bahwa penyelesaian apa pun harus mengatasi "penyebab awal krisis."

Dia telah menyatakan kekhawatiran Ukraina dapat menggunakan jeda dalam pertempuran untuk mengisi kembali militernya setelah serangkaian kekalahan di medan perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!