Pemimpin Hizbullah Ancam Hadapi Israel di Lebanon Selatan
Rabu, 12 Maret 2025 - 13:15 WIB
Qassem mengatakan "banyak detail berubah" setelah pembunuhan mantan Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan Hashem Safieddine.
"Kami menghadapi paparan keamanan yang telah ditangani, dan penyelidikan dilakukan untuk mengambil pelajaran dan meminta pertanggungjawaban mereka yang lalai," papar dia.
Nasrallah dibunuh pada 27 September 2024, dalam serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut. Safieddine terbunuh dengan cara yang sama pada 3 Oktober.
Gencatan senjata yang rapuh telah diberlakukan di Lebanon sejak 27 November, mengakhiri perang lintas batas selama berbulan-bulan antara Israel dan Hizbullah yang meningkat menjadi konflik skala penuh September lalu ketika Israel mengintensifkan kampanye pengebomannya.
Otoritas Lebanon telah melaporkan hampir 1.100 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk tewasnya 85 orang dan cedera pada lebih dari 280 orang lainnya.
"Kami menghadapi paparan keamanan yang telah ditangani, dan penyelidikan dilakukan untuk mengambil pelajaran dan meminta pertanggungjawaban mereka yang lalai," papar dia.
Nasrallah dibunuh pada 27 September 2024, dalam serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut. Safieddine terbunuh dengan cara yang sama pada 3 Oktober.
Gencatan senjata yang rapuh telah diberlakukan di Lebanon sejak 27 November, mengakhiri perang lintas batas selama berbulan-bulan antara Israel dan Hizbullah yang meningkat menjadi konflik skala penuh September lalu ketika Israel mengintensifkan kampanye pengebomannya.
Otoritas Lebanon telah melaporkan hampir 1.100 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk tewasnya 85 orang dan cedera pada lebih dari 280 orang lainnya.
Lihat Juga :