Selain Ukraina, AS Incar Tanah Jarang di Negara Afrika Ini Senilai Rp391.080 Triliun

Minggu, 09 Maret 2025 - 14:46 WIB
Sebelum itu, Senator DRC Pierre Kanda Kalambayi mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang mengatakan bahwa "Amerika Serikat berada dalam posisi yang baik untuk menjalin kemitraan yang langgeng dengan DRC – negara yang memiliki lebih dari USD24 triliun (setara Rp391.080 triliun) cadangan mineral penting yang belum dimanfaatkan." Di antara sumber daya yang disebutkan adalah kobalt, yang sangat diminati oleh sektor kedirgantaraan dan pertahanan, serta litium, tantalum, dan uranium.

"Kinshasa berharap Washington meningkatkan kerja sama militer, serta upaya untuk melatih dan memperlengkapi militer DCR," kata Kalambayi.

Sejak memangku jabatan pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump telah menyatakan minatnya untuk mendapatkan akses ke deposit mineral penting di luar negeri, terutama di Greenland dan Ukraina.

Kesepakatan mineral dengan Kiev diharapkan akan ditandatangani minggu lalu. Namun, perdebatan sengit antara pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky dan Trump di Gedung Putih menunda proses tersebut. Trump menuduh Zelensky tidak menghormati, tidak berterima kasih atas bantuan AS di masa lalu, enggan mencari perdamaian dengan Rusia, dan "berjudi dengan Perang Dunia III." Ia diminta untuk pergi dan kembali hanya ketika ia siap untuk pembicaraan serius.

Dalam sebuah posting di X pada hari Selasa, Zelensky mengindikasikan bahwa Ukraina siap untuk melanjutkan pengaturan tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!