Trump Usul Denuklirisasi karena AS Tak Bisa Menang Lawan Rusia dan China Tanpa Bangkrut
Sabtu, 08 Maret 2025 - 10:40 WIB
Kapal selam Rusia dan kapal perang terlihat selama parade tahunan Hari Angkatan Laut di Kronstadt, St. Petersburg, Rusia, pada 28 Juli 2019. Foto/Xinhua/Lin Jian
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengusulkan perundingan trilateral Amerika Serikat-Rusia-China mengenai pengurangan persediaan senjata nuklir strategis.
Sputnik menghubungi salah satu pakar terkemuka Rusia mengenai isu keamanan strategis untuk membahas apa yang melatarbelakangi usulan tersebut, dan peluangnya untuk berhasil.
"Senjata nuklir merupakan salah satu bidang di mana pesaing yang melampaui Amerika Serikat sangat terlihat," ujar Dmitry Suslov, wakil direktur penelitian di Dewan Rusia untuk Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan.
"Persenjataan nuklir China dan Rusia yang digabungkan memberikan keunggulan dua kali lipat atas Amerika Serikat, atau akan menghasilkan keunggulan dua kali lipat di masa mendatang," tegas Suslov.
“Perundingan nuklir adalah alternatif bagi AS untuk menghadapi kebangkrutan yang berasal dari pengeluaran pertahanan yang tinggi dan utang yang tidak berkelanjutan, terutama karena persenjataan nuklir AS masih tertahan di angka 80-an dan jauh tertinggal dari para pesaingnya, terutama Rusia, dan akan membutuhkan sumber daya yang sangat besar untuk memodernisasinya,” papar pengamat tersebut.
Sputnik menghubungi salah satu pakar terkemuka Rusia mengenai isu keamanan strategis untuk membahas apa yang melatarbelakangi usulan tersebut, dan peluangnya untuk berhasil.
"Senjata nuklir merupakan salah satu bidang di mana pesaing yang melampaui Amerika Serikat sangat terlihat," ujar Dmitry Suslov, wakil direktur penelitian di Dewan Rusia untuk Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan.
"Persenjataan nuklir China dan Rusia yang digabungkan memberikan keunggulan dua kali lipat atas Amerika Serikat, atau akan menghasilkan keunggulan dua kali lipat di masa mendatang," tegas Suslov.
“Perundingan nuklir adalah alternatif bagi AS untuk menghadapi kebangkrutan yang berasal dari pengeluaran pertahanan yang tinggi dan utang yang tidak berkelanjutan, terutama karena persenjataan nuklir AS masih tertahan di angka 80-an dan jauh tertinggal dari para pesaingnya, terutama Rusia, dan akan membutuhkan sumber daya yang sangat besar untuk memodernisasinya,” papar pengamat tersebut.
Lihat Juga :