Usai Stop Bantuan Militer, AS Kini Hentikan Pembagian Informasi Intelijen dengan Ukraina
Kamis, 06 Maret 2025 - 09:11 WIB
Pada hari Selasa, Zelensky mengatakan bahwa Kyiv siap untuk pembebasan tawanan perang segera dan gencatan senjata sementara dengan larangan serangan rudal, pesawat nirawak jarak jauh, dan bom pada energi dan infrastruktur sipil lainnya.
Minggu lalu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Zelensky perlu siap untuk gencatan senjata segera sebelum dia dapat disambut kembali di AS setelah pertengkaran verbal mereka di Oval Office pada hari Jumat.
“Di bidang militer dan intelijen, jeda...memungkinkan hal itu terjadi,” kata Ratcliffe, seraya menambahkan bahwa dia berharap AS akan segera melanjutkan kerja sama dengan Ukraina.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Penghentian pembagian informasi intelijen itu “selektif", menurut laporan awal Sky News pada Rabu, mengutip sumber Ukraina.
Namun, langkah itu mempersulit Ukraina untuk melancarkan serangan terhadap target yang jauh di dalam Rusia, kata sumber tersebut.
Media Inggris itu melaporkan pada hari yang sama bahwa Washington telah menghentikan aliran intelijen sepenuhnya.
Minggu lalu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Zelensky perlu siap untuk gencatan senjata segera sebelum dia dapat disambut kembali di AS setelah pertengkaran verbal mereka di Oval Office pada hari Jumat.
“Di bidang militer dan intelijen, jeda...memungkinkan hal itu terjadi,” kata Ratcliffe, seraya menambahkan bahwa dia berharap AS akan segera melanjutkan kerja sama dengan Ukraina.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Penghentian pembagian informasi intelijen itu “selektif", menurut laporan awal Sky News pada Rabu, mengutip sumber Ukraina.
Namun, langkah itu mempersulit Ukraina untuk melancarkan serangan terhadap target yang jauh di dalam Rusia, kata sumber tersebut.
Media Inggris itu melaporkan pada hari yang sama bahwa Washington telah menghentikan aliran intelijen sepenuhnya.
Lihat Juga :