Bertengkar dengan Zelensky, Trump Hentikan Bantuan Militer AS untuk Ukraina

Selasa, 04 Maret 2025 - 10:05 WIB
Setelah pembicaraan krisis akhir pekan di London, Inggris dan Prancis sedang menyelidiki cara mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan "di udara, di laut, dan di infrastruktur energi"—yang berpotensi didukung oleh pasukan di darat.

Zelensky mengatakan diskusi masih berfokus pada "langkah pertama", seraya menambahkan: "Kesepakatan untuk mengakhiri perang masih sangat, sangat jauh"—komentar yang membuat Trump marah.

Zelensky menambahkan dalam sebuah pernyataan video pada hari Senin bahwa "perdamaian yang nyata dan jujur" hanya akan datang dengan jaminan keamanan bagi Ukraina, yang setuju untuk denuklirisasi pada tahun 1994 hanya dengan imbalan perlindungan yang diberikan oleh Amerika Serikat dan Inggris.

"Kurangnya jaminan keamanan bagi Ukraina 11 tahun lalu yang memungkinkan Rusia untuk memulai pendudukan Crimea dan perang di Donbas, kemudian kurangnya jaminan keamanan memungkinkan Rusia untuk melancarkan invasi skala penuh," kata Zelensky.

Rusia menolak komentarnya, menuduh Zelensky tidak menginginkan perdamaian—menggemakan kritik AS setelah dia dibentak di Oval Office oleh Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Jumat.

Di lapangan, pejabat Ukraina melaporkan kematian akibat serangan rudal Rusia di fasilitas pelatihan militer, sekitar 130 kilometer (80 mil) dari garis depan.

Seorang blogger militer yang disegani mengatakan antara 30 hingga 40 tentara tewas dan 90 lainnya terluka dalam serangan di dekat Dnipro pada hari Sabtu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!