Navalny Diracun dengan Novichok, Gedung Putih Ogah Salahkan Rusia

Jum'at, 04 September 2020 - 03:38 WIB
Pada dasarnya pernyataan McEnany mengulangi pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional yang dirilis pada hari Rabu lalu.

Navalny adalah lawan utama Putin dan telah menghadapi berbagai bentuk pelecehan dari pemerintah Rusia selama bertahun-tahun. Pada 2018, ia berusaha menantang Putin untuk kursi kepresidenan tetapi akhirnya dilarang mencalonkan diri.

Juru kampanye antikorupsi itu jatuh sakit bulan lalu saat melakukan perjalanan kembali ke Moskow dari Siberia. Para pembantunya segera curiga dia telah diracun. Otoritas Rusia awalnya melarang Navalny meninggalkan negara itu, tetapi dia akhirnya dipindahkan ke Jerman untuk perawatan lebih lanjut.

Trump sendiri memilih untuk tetap bungkam tentang masalah ini, bahkan ketika dia terus menggunakan Twitter untuk menyerang lawan-lawannya dan memberikan pemikirannya tentang berbagai masalah. Trump telah menghadapi seruan luas untuk mengeluarkan pernyataan yang secara langsung mengutuk serangan terhadap Navalny, termasuk dari mantan penasihat keamanan nasionalnya sendiri, John Bolton.

Para pemimpin dunia lainnya menuntut dengan paksa penjelasan dari pemerintah Rusia.(Baca juga: Pencipta Racun Bantah Jerman: Jika Diracuni Novichok, Navalny Sudah Mati )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!