Reaksi Dunia usai Trump dan Zelensky Bertengkar: 'Badut Kokain, Antek Putin'
Minggu, 02 Maret 2025 - 06:30 WIB
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menggunakan media sosial untuk meledek Zelensky, yang dia sebut menerima "tamparan keras di Oval Office."
Dia juga menyebutnya sebagai "badut kokain", mengulang tuduhannya bahwa Zelensky merupakan pengguna narkoba.
Kirill Dmitriev, salah satu negosiator Moskow, mencap pertikaian antara Trump dan Zelensky sebagai "bersejarah".
Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha memuji Zelensky karena memiliki "keberanian dan kekuatan untuk membela apa yang benar."
“Zelensky membela Ukraina dan tujuan perdamaian yang adil dan abadi," kata Sybiha di X.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Rusia adalah agresor dan Ukraina adalah orang-orang yang diserang.
"Kita harus menghormati mereka yang telah berjuang sejak awal," katanya kepada wartawan selama kunjungannya ke Portugal.
"Saya pikir kita semua benar untuk membantu Ukraina dan memberi sanksi kepada Rusia tiga tahun lalu, dan untuk terus melakukannya. Kita, yaitu Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang, dan banyak lainnya," katanya.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan solidaritasnya dengan Ukraina, dengan mengunggah pesan dalam bahasa Spanyol, Inggris, dan Ukraina: "Ucrania, España está contigo. Ukraina, Spanyol mendukung Anda. Україно, Іспанія з тобою."
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan: "Tidak seorang pun menginginkan perdamaian lebih dari warga Ukraina! Itulah sebabnya kami bekerja sama untuk menemukan cara menuju perdamaian yang langgeng dan adil. Ukraina dapat mengandalkan Jerman—dan Eropa."
Dia juga menyebutnya sebagai "badut kokain", mengulang tuduhannya bahwa Zelensky merupakan pengguna narkoba.
Kirill Dmitriev, salah satu negosiator Moskow, mencap pertikaian antara Trump dan Zelensky sebagai "bersejarah".
3. Ukraina
Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha memuji Zelensky karena memiliki "keberanian dan kekuatan untuk membela apa yang benar."
“Zelensky membela Ukraina dan tujuan perdamaian yang adil dan abadi," kata Sybiha di X.
4. Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Rusia adalah agresor dan Ukraina adalah orang-orang yang diserang.
"Kita harus menghormati mereka yang telah berjuang sejak awal," katanya kepada wartawan selama kunjungannya ke Portugal.
"Saya pikir kita semua benar untuk membantu Ukraina dan memberi sanksi kepada Rusia tiga tahun lalu, dan untuk terus melakukannya. Kita, yaitu Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang, dan banyak lainnya," katanya.
5. Spanyol
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan solidaritasnya dengan Ukraina, dengan mengunggah pesan dalam bahasa Spanyol, Inggris, dan Ukraina: "Ucrania, España está contigo. Ukraina, Spanyol mendukung Anda. Україно, Іспанія з тобою."
6. Jerman
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan: "Tidak seorang pun menginginkan perdamaian lebih dari warga Ukraina! Itulah sebabnya kami bekerja sama untuk menemukan cara menuju perdamaian yang langgeng dan adil. Ukraina dapat mengandalkan Jerman—dan Eropa."
Lihat Juga :