10 Alasan Selandia Baru Dianggap sebagai Negara Paling Islami di Dunia

Jum'at, 28 Februari 2025 - 15:30 WIB

10. Sistem Pendidikan yang Inklusif dan Berkualitas



Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam Islam. Selandia Baru memiliki sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas tinggi, dengan akses yang setara bagi semua warga negara.

Pendidikan dasar hingga menengah gratis dan universitas menawarkan berbagai beasiswa untuk memastikan bahwa semua orang dapat memperoleh pendidikan tanpa hambatan ekonomi.

Hasil Survei dan Data yang Mendukung



Selandia Baru dianggap sebagai salah satu negara paling Islami di dunia didukung berbagai penelitian dan survei yang menilai keselarasan kebijakan dan praktik negara dengan nilai-nilai Islam.

Islamicity Index oleh Hossein Askari menunjukkan negara-negara Barat seperti Selandia Baru sering kali lebih mencerminkan prinsip Islam dalam tata kelola pemerintahan dibandingkan negara-negara Muslim.

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) menunjukkan Selandia Baru sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah, sejalan dengan prinsip kejujuran dalam Islam.

Indeks Pembangunan Manusia (HDI) menunjukkan Selandia Baru unggul dalam akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, yang merupakan nilai utama dalam Islam.

World Happiness Report menempatkan Selandia Baru dalam daftar negara paling bahagia, yang menunjukkan kualitas hidup yang tinggi dan kesejahteraan sosial yang baik.

Berdasarkan berbagai survei dan indeks global, Selandia Baru mencerminkan banyak prinsip Islam dalam praktik tata kelola negaranya.

Kejujuran, transparansi, keadilan, kesejahteraan ekonomi, perlindungan terhadap hak asasi manusia, dan kepedulian terhadap lingkungan adalah nilai-nilai utama dalam Islam yang diterapkan di negara ini.

Oleh karena itu, meskipun bukan negara Muslim, Selandia Baru sering dianggap sebagai salah satu negara yang paling Islami dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Lebih dari 100.000 Siswa Mendaftar di Sekolah-sekolah Gaza saat Tahun Ajaran Baru Dimulai
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!